Pada Minggu, 10 September kemarin, Cluster Kesehatan dan Kesejahteraan Sinergi Muda telah mengadakan Pitstop Financial Planning di JSC Ev Hive, Jakarta Selatan. Pitstop ini diadakan dalam bentuk seminar dan workshop. Melalui artikel ini, yuk, kita intip sedikit isi kegiatannya apa aja!

Pitstop Financial Planning diadakan menimbang dari fenomena pentingnya pengelolaan keuangan bagi generasi milenial. Oh ya, acara ini hadir berkat kerja sama dengan JSC Ev Hive dan Bookabuku.com. Mendatangkan pembicara seorang financial planner yang berkompetensi di bidangnya, Adrian Irwandika Pradana, S.E., RFP, atau biasa disapa Kak Randi. Sesi pertama diisi dengan seminar terlebih dahulu.

Apa sih sebenarnya financial planning itu? Kenapa penting bagi generasi milenial ya? Financial planning sesuai dengan artinya adalah bagaimana cara kita mengelola uang dengan baik. Kenapa penting bagi generasi milenial karena ternyata gaya hidup generasi saat ini adalah semakin mahal! Bukan cuma itu saja. Ternyata untuk memiliki rumah dan kendaraan pribadi, biaya pernikahan, membelikan orang tua barang, biaya liburan, menurut Kak Randi untuk mendapatkan itu semua butuh biaya sebesar sekitar dua milyar!

Bayangkan jika gaji kita dimulai dari angka lima juta dan bisa menabung sekitar dua setengah juta. Maka butuh 64 tahun untuk mewujudkan kebutuhan-kebutuhan yang telah disebutkan tadi. Sungguh mengejutkan! Oleh karena itu, dengan memiliki financial planning kita akan memiliki kontrol pribadi terhadap uang yang kita punya dan bisa mencapai goal dengan uang yang kita miliki. Meskipun financial planning sangat penting namun menurut Kak Randi hal tersebut belum banyak dipahami oleh masyarakat Indonesia dibuktikan dengan masih rendahnya kesadaran akan perencanaan keuangan. Financial Planner di Indonesia juga masih sedikit.

Kondisi target atau kondisi yang ingin dicapai dari financial planning adalah financial independent, yaitu kondisi di mana memiliki uang dan bisa menghidupi diri sendiri, serta dapat memilih akan bekerja atau tidak. Pekerjaan hanya sebagai sarana untuk memenuhi passion. Dalam financial planning, akan lebih mudah jika kita memiliki target yang ingin dicapai. Tujuan kamu apa sih? Apa yang ingin kamu capai dngan uang kamu? Nah, nantinya target atau tujuan-tujuan tersebut akan disesuaikan dengan modal yang dimiliki. Makin spesifik target atau tujuan yang ingin kita capai maka semakin baik karena perencanaannya juga semakin jelas dan detail.

Menurut Kak Randi setiap orang bisa sukses bukan karena memiliki uang yang banyak tetapi lebih kepada permasalahan seberapa banyak uang yang bisa kita simpan. Kebiasaan kita yang menentukan bagaiman mindset kita terhadap uang. Orang kaya punya rich mindset sedangkan orang yang belum kaya punya poor mindset tapi sebenarnya hal tersebut adalah tentang bagaimana isi kepala mereka tentang uang. Orang yang memiliki poor mindset hanya fokus mencari uang, maka jika berhenti bekerja dan berusaha maka akan pemasukan juga akan berhenti. Sedangkan orang yang memiliki rich mindset fokusnya adalah menciptakan asset/mebangun asset, sehingga tetap menghasilkan uang meskipun sudah berhenti bekerja.

Tips financial planning ala Kak Randi adalah yang pertama kali kita lakukan saat memiliki uang adalah harus fokus pada cash flow. Ada tiga aturan cash flow yang harus diingat, yaitu: (1) spent less than you earn, (2) earn more than you spent, dan (3) manage the gap. Jadi, sebelum kita menggunakan uang yang kita punya, segala pemasukan dikumpulkan menjadi satu dan dipetakan budgeting-nya. Setelah pemetaan selesai baru kita menggunakan uang kita sesuai dengan pemetaan budgeting.

Contoh pemetaan budgeting:

Dari total income (kumpulan penghasilan yang kita punyai) setelah dikurangi pajak:

  • sedekah 👉🏻 5%
  • dana proteksi 👉🏻 10%
  • tabungan: dana darurat, tujuan jangka pendek (dana darurat untuk single/belum menikah) 3x pengeluaran wajib bulanan 👉🏻 10%
  • investasi untuk tujuan jangka panjang 👉🏻 10% (awal-awal investasi untuk upgrade diri sendiri, upgrade diri bisa menjadi usaha untuk menaikan kompetisi kita, kalau kompetisi kita naik maka gaji kita bisa naik)
  • usahakan tidak memiliki cicilan dan utang (jika memiliki tidak boleh lebih dari 35% dari gaji utama)
  • selebihnya dari di atas itu untuk biaya hidup dan hiburan

Tips lain yang tidak kalah untuk diingat adalah pengelolaan penting tetapi berusaha menaikkan penghasilan juga sangat penting.

Setelah sesi seminar selesai, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan sesi wokshop yang lebih teknis. Sesi workshop berisi bedah kasus perencanaan keuangan serta cara menghitungnya. Oke, sekian dulu intip-intipnya. Kalau penasaran dengan kegiatan serupa jangan lupa ikuti terus IndonesianYouth Pitstop Cluster Kesehatan dan Kesejahteraan Sinergi Muda ya!