Menjalani aktivitas sehar-hari kita dituntut untuk selalu berpikir kreatif dan menghasilkan ide-ide cemerlang. Namun tak selamanya sebuah ide bisa selalu hadir. Ada kalanya ide tiba-tiba tidak mau muncul dan membuat apa yang sudah kita kerjakan terasa biasa-biasa saja.

Rifat Najmi, UI Design Lead di sebuah startup di Indonesia, yang juga salah satu relawan IndonesianYouth Conference 2017, punya beberapa tips yang bisa bikin kamu jadi anak muda kreatif. Ia mengaku, tips ini didapatnya dari dosen semasa kuliah.

Amati

Rifat membeberkan bahwa dalam proses amati, kamu bisa memerhatikan karya desainer yang disukai.

“Lalu, kita ‘renungkan’ kenapa dia buatnya seperti itu, apa yang membuat dia mengambil keputusan, misalnya, menaruh elemen ini di sebelah sana, dsb. Ini dilakukan untuk merangsang cara berpikir kreatif kita,” ujar Rifat pada IndonesianYouth.org.

Dulu sewaktu zaman kuliah, pengagum Rob Janoff ini gemar mengunjungi museum untuk memperkaya inspirasinya.

“Kalau zaman sekarang cuma browsing di internet aja, kayak dari Behance dan Pinterest. Tapi sekarang lebih sering baca ketimbang ngelihat referensi desain,” sambungnya.

Tiru

Ini merupakan proses kedua di mana kamu mencoba untuk mengambil salah satu karya yang disuka, lalu tiru atau contek sampai semirip mungkin.

“Contek di sini dalam artian untuk proses pembelajaran, ya. Ini adalah cara untuk mengasah kemampuan kita,” terang Rifat.

Modifikasi

Setelah melalui proses amati dan tiru, tahap modifikasi juga enggak kalah penting. Modifikasi ini dapat dilakukan sesuai kebutuhan kreatif masing-masing orang. Rifat berpesan, “Modifikasi sejauh mungkin sampai akhirnya kita bisa memiliki gaya tersendiri”.

Merasa dirimu cukup kreatif? Yuk, tantang diri kamu untuk menjadi bagian dari IndonesianYouth Conference (IYC) 2017 yang bakal diadain di Townsquare, Cilandak (Citos) pada 16 Desember mendatang. IYC membuka kesempatan bagi kamu yang ingin menjadi relawan untuk Divisi Kreatif. Klik di sini untuk daftar.