Setiap ilustrator atau komikus pasti memiliki gayanya sendiri ketika menggambar. Hal tersebutlah yang menonjolkan ciri atau identitas masing-masing pembuat karya. Namanya juga seni, pasti tak jauh-jauh dari selera. Mungkin, terkadang kamu merasa gambar yang kamu buat bagus, tapi menurut temanmu, gambarmu kurang bagus. Di lain sisi, ada karya yang menurut kamu kurang menarik, tapi temanmu bilang kalau karya kamu tuh keren banget.

Hani Widiani, ilustrator yang suka banget bikin komik di akun Instagram @hhonhon mengatakan, dirinya pernah mengalami hal seperti di atas.

“Biasanya orang cenderung nganggap kalau gambar mereka jelek setelah melihat ada orang lain yang gambarnya lebih bagus. Karena aku juga dulu begitu,” kata Hani pada Indonesianyouth.org.

“Waktu SD, ada dua orang di kelasku yang pintar banget gambar. Mereka selalu juara, crayon yang mereka pakai pun waktu itu sudah terhitung crayon mahal. Aku pasti bilang, ‘Kenapa sih gambar aku jelek banget? Enggak bisa bagus kayak mereka?’,” sambungnya.

Merasa berkecil hati rupanya tak membuat perempuan berumur 22 tahun ini patah semangat. Ia terus menuangkan kemampuan dan bakatnya lewat gambar. Ia tak peduli, gambar yang dihasilkan akan bagus atau tidak.

“(Aku) terus gambar, mau jelek atau bagus. Awalnya aku enggak bisa nyebut itu sebagai latihan terus-menerus, tapi karena suka, jadinya berlanjut sampai sekarang,” ucap Hani.

Ia menambahkan, kalau ingin menjadi ilustrator atau komikus, kamu perlu menyukai gambar yang dibuat dulu, enggak peduli gimana hasilnya.

“Jangan berhenti dan terus berlatih. Toh semua komikus pun enggak langsung bisa gambar tapi mereka suka dengan apa yang mereka lakukan,” ujarnya.

Dengan banyak berlatih, kamu pun juga bisa menemukan ciri khasmu perlahan-lahan. Nah, kalau kamu lihat komik-komik di akun @hhonhon, kamu bakal nemuin dua tokoh yang selalu digunakan Hani, yang selalu jadi identitas karyanya.

“Orang-orang bilang gambaranku bulat-bulat kawaii gitu katanya. Padahal kalau ditanya tipe gambarku tuh apa sebenernya, aku selalu jawab enggak tau. Hahaha. Tapi ya kata orang begitu, lucu, bulat-bulat, sama (ada) rona pipi (pada karakternya),” ucap penulis buku The Little Thing Called Baper: Love ini.

Hingga kini, Hani terus mengasah bakatnya lewat komik. Selain bisa menikmati karya-karyanya di Instagram, kamu juga bisa membaca buku semi komik miliknya yang sudah bisa didapatkan di toko buku terdekat, lho!

“(Buku) aku bentuknya semi komik gitu. Ya, enggak jauh beda sih sama konten yang selalu aku posting di Instagram. Jenis buku yang kayak gitu emang lagi booming banget sekarang di Indonesia, tapi masih sedikit juga,” pungkasnya.