Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan entah dengan tujuan untuk mengisi luang atau menggali kemampuan dan meningkatkan pengalaman. Salah satu caranya yakni menjadi relawan.

Dasar menjadi relawan adalah atas kerelaan diri sendiri. Atas kerelaan sendiri artinya adalah dorongan dari dalam diri bukan lingkungan apalagi eksistensi.

Menjadi relawan juga tak sekadar kerelaan sendiri, namun perlu ada komitmen kuat, yang secara alami melatih ketahanan diri atau bisa juga mental.

Head of Marketing Communication IndonesianYouth Conference (IYC) 2017 Usman Al Idrus bercerita, ia pernah menjabat sebagai Media Relations di IYC 2015. Salah satu tugasnya ialah menjalin kerja sama dengan berbagai media guna mengenalkan IYC dan meningkatkat news coverage. Rupanya, enggak mudah untuk menjalani tanggung jawabnya kala itu.

Waktu itu kondisinya jauh dari kata ideal. Sudah H-2 bulan tapi belum berhasil dapet ­media partner. Tapi entah kenapa tetap ngotot mikir kalo media relations bakal berhasil dan tetep harus maju,” ujarnya pada IndonesianYouth.org. “Kirim penawaran bisa sampai ke lima media sehari. Telepon radio, teve, majalah, media online itu sudah jadi makanan hari-hari yang enggak bosen-bosennya dilakuin.”

Ternyata, apa yang dilakukannya berbuah manis. Di hari pelaksanaan IYC 2015, pria yang akrab disapa Iyus ini, dan timnya, berhasil mendapatkan 70 media partner.

“IYC 2015 berhasil dimuat di media-media, bahkan kami dapat setengah halaman pertama di Harian Kompas. Jujur, seneng dan bangga sih bisa dapet hal itu,” sambungnya.

Tahun ini, IYC 2017 kembali membuka kesempatan bagi para anak muda untuk terlibat langsung sebagai relawan di Divisi Marcomm, yakni sebagai Media & Public Relations, juga Content Creator.

Baca juga:

Iyus memaparkan, ada 2 syarat yang wajib dimiliki para relawan, yakni pengetahuan dan keterampilan mental.

“Keterampilan mental yang gue maksud adalah komitmen, kehausan belajar, dan manajemen waktu. Kalau ketiga hal itu bisa dipenuhi, gue yakin, pengetahuan dan kesempatan akan dateng ke lo,” ujar pemuda berkumis ini.

“Kita semua di sini belajar, dan salah adalah hal yang wajar dalam belajar. Karena dengan salah, ilmu yang didapat lebih berasa dan lebih nancep di pikiran lo. Kemudian, dari salah itu, hal yang wajib adalah memperbaiki kesalahan itu,” imbuhnya.

Tertarik menjadi relawan IYC 2017 di Divisi Marcomm? Klik di sini untuk daftar.