Pernah dengar tentang sebuah yayasan yang memberi perhatian lebih terhadap kanker anak? Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia merupakan sebuah yayasan yang menaungi kanker anak di Indonesia. Pada awalnya Pita Kuning ini bernama Community for Children with Cancer pada 2006, kemudian berubah nama menjadi Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia secara legal.

Di balik Pita Kuning ini ada beberapa tokoh yang mungkin sudah tak asing lagi, Pandji Pragiwaksono, Steny Agustaf, dan Indro Warkop juga ikut berkecimpung untuk membantu anak yang menderita kanker melalui Yayasan Pita Kuning ini.

Pita Kuning memiliki target untuk setiap bulannya ada minimal 30 anak dan maksimal 50 anak untuk dibantu. Layanan yang diberikan berbasis Palliative (psiko-sosial). Pita Kuning ini memang mendorong dan memberikan akses serta support dari sisi psikologis, dengan perawatan palliative. Perawatan ini mendorong kualitas hidup, bukan hanya bagi si penderita, tapi bagi keluarganya juga.

Perawatan ini juga melibatkan semua pihak, termasuk pekerja sosial, dokter dan suster, psikolog, rohaniawan yang berkaitan dengan spiritual, relawan dan komunitas, serta berbagai pihak lainnya ini yang membantu Yayasan Pita Kuning. Setiap Minggu, relawan datang untuk membantu yayasan ini.

Dari Yayasan Pita Kuning ini juga memberikan contoh kasus, seorang anak bernama yang terkena kanker stadium akhir dengan hanya memiliki seorang ibu yang tidak memiliki penghasilan tetap. Selanjutnya ada anak bernama Budi, dengan kanker stadium awal dan latar belakang yang hampir sama dengan Agus.

“Ada lagi bernama Cahyo yang terkena kanker yang baru saja kambuh kembali, ia hanya memiliki ibu yang bekerja penuh waktu, tidak punya figur ayah, dan pola makan yang tidak sehat karena tidak ada yang mengontrol,” kata Head of Program Service & Community Yayasan Pita Kuning, Ning Mahayu saat menghadiri sesi open space di IndonesianYouth Conference 2017, Townsquare Cilandak, Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Lalu apa yang terbayang di benak kita dengan melihat anak kanker dan latar belakang keluarganya? Bantuan apa yang bisa diberikan secara langsung? Bagaimana membuat program kerelawanan yang menarik dan berkelanjutan bagi anak muda? Karena pendampingan tidak bisa dalam waktu yang singkat.

Selanjutnya sesi ini diteruskan dengan open space discussion yang didampingi oleh Randi Rahardyan, HR Director Sinergi Muda. Dari pertanyaan-pertanyaan yang tadi sudah disampaikan oleh Yayasan Pita Kuning, peserta diminta untuk memilih mana hal yang dianggap paling penting dalam kasus kanker anak yang sudah dijabarkan sebelumnya oleh Yayasan Pita Kuning.

Peserta boleh berkomentar, beropini, atau menyampaikan solusinya, yang kemudian akan diserahkan ke Yayasan Pita kuning, untuk didiskusikan dan mendapatkan hasil akhir untuk diterapkan di Yayasan Pita Kuning ini.

Ingin tahu apa hasil dari diskusi tersebut? Nantikan artikel selanjutnya ya.