Membicarakan sebuah pergerakan yang diinisiasi oleh pemuda, kita tak bisa lepas dari peristiwa bersejarah yang menjadi acuan kebangkitan pemuda pada 28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda. Dengan melibatkan berbagai pemuda dari asal daerahnya masing-masing, melahirkan tiga butir kalimat sarat makna.

70 tahun setelah sejarah mencatat Sumpah Pemuda, 1998 reformasi terjadi yang ditandai dengan mundurnya sang pemimpin yang sudah kenyang pengalaman selama 32 tahun menjadi presiden. Anak muda kembali ambil peran menjadi tokoh protagonist dalam peristiwa ini.

Dalam dua catatan sejarah tersebut, tentunya anak muda tak pernah absen untuk ikut ambil bagian. Anak muda, secara sadar atau tidak, menjadi bagian dari sebuah perubahan.

Pasca reformasi bukan berarti pergerakan-pergerakan yang diinisiasi oleh anak muda jadi menghilang begitu saja. Ditambah lagi dengan jumlahnya saat ini yang mencapai angka 60 juta di Indonesia. Hal ini juga memicu gairah anak muda untuk melakukan sesuatu, untuk mencuat ke permukaan.

Indonesian Youth Conference (IYC) adalah salah satu yang mencoba untuk menancapkan titik nol sebuah perjalanan pergerakan yang melibatkan anak muda.

Pada 2010, dengan tagline “Saatnya Suara Kita Didengar”, IndonesianYouth Conference muncul pertama kalinya, dan melibatkan anak muda tentunya.

Tidak berhenti sampai di situ, tahun berikutnya IYC hadir kembali dengan sebuah tagline “Masa Depan Dimulai dari Sekarang”. Karena kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? Dan kalau bukan dimulai dari sekarang, kapan lagi?

2012 IYC mencoba untuk terus melibatkan anak muda. Beramai-ramai datang berkumpul untuk mengupas berbagai isu-isu yang terus berkembang di Indonesia.

Dengan tagline “Kita yang Menentukan”, sebuah penegasan bahwa anak muda juga memang layak untuk dilibatkan dalam berbagai hal.

Setahun berselang, dengan berbagai situasi yang berkembang di anak muda waktu itu, IYC hadir dengan mengusung tagline-nya “Saatnya Kita Beraksi”.

Sadar bahwa anak muda tak akan bisa bergerak sendiri-sendiri tanpa bantuan yang lain, IYC 2014 kembali hadir dengan tagline “Berbagi Mimpi, Bersinergi”. Bercerita tentang cita-cita, kemudian saling bahu membahu untuk membantu agar mimpi kita semua dapat terwujud.

IYC 2015 mengusung tagline “Kita Siap”, mewakili sebuah pernyataan sikap bahwa anak muda sudah siap dengan Masyarakat Ekonomi Asean.

kredit: Facebook/IndonesianYouth

Dan untuk tahun ini IYC kembali hadir dan membawa tongkat estafet, yang boleh jadi, mewakili sebuah pergerakan yang diinisiasi oleh anak muda –tak hanya pihak penyelenggara tapi juga seluruh anak muda di Indonesia.

IYC 2017 semakin serius mengajak anak muda di Indonesia untuk lebih jauh melihat ke depan. Terlihat dari tagline yang diusung, “Kami Masa Depan”. Artinya, jelas, masa depan bangsa dan dunia adalah milik anak muda.

Karenanya, kita sebagai anak muda perlu mempersiapkan, menciptakan, dan memperjelas masa depan yang cemerlang. Baik bagi dirinya sendiri, negara, dan dunia sekalipun.

Tahun ini, IYC 2017 akan hadir dengan konsep baru yang lebih seru! Penasaran? Nantikan tanggalnya pada 16 Desember 2017 di Cilandak Town Square, Jakarta.