Usai vakum di 2016, kini IndonesianYouth Conference kembali hadir dan diselenggarakan di Townsquare Cilandak, Jakarta, Sabtu, 16 Desember 2017. Kegiatan yang mengusung tema “Kami Masa Depan” ini diawali Big Inspiring Session I dengan menghadirkan narasumber Najeela Shihab. Najeela berbicara mengenai Pendidikan pada kesempatan kali ini.

Najeela menyampaikan, pentingnya sebuah pendidikan, sesuatu yang fundamental dari hadirnya sebuah masa depan.

“Berbicara masa depan, maka kita juga harus berbicara mengenai pendidikan. Masa depan Indonesia itu sudah dimulai hari ini. Dari dalam kelas.” Begitu kalimat yang disampaikan oleh Najeela pada kalimat pembukanya ketika mendapatkan kesempatan untuk menguasai panggung IYC 2017.

Najeela Shihab beranggapan bahwa kita dalam keadaan darurat pendidikan. Lalu bagaimana mengatasinya?

Beliau menjelaskan bahwa ada dua cara: kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, lalu memanfaatkan teknologi untuk membantu percepatan perkembangan pendidikan.

Bukan tanpa syarat, ketika teknologi dimanfaatkan untuk mengembangkan pendidikan, kita terkendala dengan berbagai infrastruktur tentang internet dan sumber daya manusia yang melek teknologi.

Pendidikan kerap kali disalahkan oleh keadaan. Ketika korupsi menjamur, radikalisme kiat mencuat, maka pendidikan adalah sasaran empuk untuk dijadikan kambing hitam.

“Sekitar 120 tahun lagi Pendidikan kita baru bisa menyamai Singapura dan Korea Selatan, dengan asumsi kedua negara tersebut tidak berkembang.” Begitu tukas Najeela. Dengan tagar Semua Murid Semua Guru, Najeela terus menyampaikan berbagai fakta pendidikan yang sedang dialami oleh negara kita.

Di pengujung sesinya, Najeela mengajak peserta IYC 2017 untuk mengumpulkan materi pendidikan dengan berbagai macam metode untuk disebarkan ke berbagai daerah yang tidak memiliki akses terhadap teknologi.