Ketersediaan energi, terutama fosil (minyak bumi, gas bumi, dan batubara) menjadi bagian sangat penting baik dalam aspek kehidupan manusia maupun pembangunan nasional. Namun ketersediaan energi tersebut sangatlah terbatas.

Selama ini kita masih bergantung kepada energi fosil yang ketersediaannya perlahan mulai habis. Diperkirakan kurang lebih hanya tersedia hingga tahun 2030 untuk minyak bumi, 50 tahun lagi untuk gas bumi, dan batubara 84 tahun lagi. Sedangkan kebutuhan energi semakin meningkat seiring pertumbuhan masyarakat dan pembangunan.

Berdasarkan data terakhir Kementerian ESDM tahun 2015, sektor industri mengonsumsi energi hingga 35 persen dan sektor transportasi mengonsumsi 40 persen dari energi nasional. Untuk sektor terakhir konsumsi terbesar ada pada Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sedikit gambaran di atas, rasanya Indonesia perlu beralih ke energi terbarukan yang sejauh ini sedang digalakkan oleh pemerintah, mengingat konservasi energi sangat ini penting diterapkan guna meningkatkan daya saing industri nasional. Meski, konvergensi yang mesti dilakukan itu tidaklah mudah.

Bergantung pada energi fosil bukanlah pilihan terbaik, energi tersebut sangat terbatas dan bisa habis. Maka kita perlu mencari solusi untuk tetap bisa bertahan dan memiliki energi yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

IndonesianYouth Conference (IYC) 2017 bersama Bob S. Effendi (Founder of Indonesia Professional Nuclear Association), Almo Pradana (Energy and Climate Manager for WRI Indonesia), dan Wiwaswan Wisesa (Managing Director LEIN Power), berlokasi di tenant Billie Chick, mengajak kamu untuk menggali potensi yang bisa jadi solusi serta apa yang bisa kita lakukan ke depannya terkait potensi energi yang terbarukan.

Bagi kamu yang penasaran dan ingin terlibat bisa langsung mengunjungi indonesianyouth.id untuk pemesanan tiket. Jangan sampai kamu kehabisan. Pantau terus update-nya di semua saluran informasi IndonesianYouth seperti situs Instagram, Facebook, ataupun Twitter.

Baca juga:

Sejak 2010 IYC telah hadir menjadi sarana bagi Anak Muda Indonesia untuk mengembangkan pengetahuannya di berbagai bidang, sebagai bekal di masa depan. Itulah sebabnya IYC tahun ini mengusun tema “Kami Masa Depan”.

Selain itu konsep yang dibentuk kali ini menghadirkan tiga diskusi besar yang terbagi menjadi tiga, Talkshow, Public Discussion, dan Workshop.

Pada sesi Talkshow atau sharing session para ahli akan berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dalam meningkatkan awareness dan pemahaman peserta terhadap isu yang dibawakan.

Kemudian pada sesi Public Discussion peserta akan terlibat pada diskusi yang lebih dalam bersama narasumber dan peserta lainnya untuk mengaktivasi perbincangan, berpikir kritis, dan aksi yang lebih jauh.