Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan disabilitas? United Nation Convention on the Rights of Persons with Disabilities and Optional Protocol (UNCRPD) mendefinisikan disabilitas sebagai orang yang memiliki kelemahan fisik, mental, intelektual, atau sensorik yang jika berhubungan dengan lingkungan yang tidak mendukung, dapat mengurangi potensi dan partisipasinya dalam lingkungan sosial.

Sementara itu, UU No. 8 Tahun 2016 juga menyatakan bahwa, penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Disabilitas tidak identik dengan diagnosis medis, melainkan muncul dari interaksi antara fungsi diri dan lingkungan. Pendekatan terhadap penyandang disabilitas pun mestinya terfokus pada bagaimana memaksimalkan fungsi, misalnya apa yang dapat mereka lakukan di lingkungan tempat tinggal mereka, bukan pada kondisi apapun yang mereka miliki.

Baca juga:

Namun seringkali keterbatasan interaksi dua arah menjelma menjadi sebuah hambatan dan kesulitan dalam upaya melibatkan penyadang disabilitas. Warga Negara Indonesia, termasuk juga kita di dalamnya sebagai anak muda, perlu memahami pentingnya nilai inklusifitas dalam memperoleh akses terhadap berbagai kebutuhan, menyalurkan potensi, dan berpartisipasi bagi semua orang tanpa terkecuali.

Lantas bagaimana caranya memahami kesetaraan dan kesamaan hak bagi penyandang disabilitas? Apakah ketidakpahaman kita akan kebutuhan khusus penyandang disabilitas akan bermuara pada diskriminasi? Sejauh mana pemahaman kita tentang inklusifitas?

Pertanyaan demi pertanyaan tersebut yang tentunya akan berkembang dan kemudian bisa terjawab dalam kegiatan IndonesianYouth Conference 2017 x Kibar dalam sesi Public Discussion bertajuk “Disability” bersama Annisa Rahmania (Pegiat Isu Disabilitas) dan Irvandias Sanjaya (CEO Design for Dream) di Townsquare Cilandak, Jakarta, Sabtu 16 Desember 2017 mendatang. Tak ketinggalan di sana akan ada juga Pijat Plus Plus Plus KIBAR.

Nantinya, diskusi tersebut terfokus pada gambaran disabilitas di Indonesia. Akan dibahas pula mengenai bentuk kesetaraan kesempatan untuk penyandang disabilitas dalam dunia kerja, pendidikan, akses terhadap layanan, dll. Dan tentunya, peran anak muda di dalamnya.

Bagi kamu yang penasaran dan ingin terlibat bisa langsung mengunjungi indonesianyouth.id untuk pemesanan tiket. Jangan sampai kamu kehabisan. Pantau terus update-nya di semua saluran informasi IndonesianYouth seperti situs Instagram, Facebook, ataupun Twitter.

Baca juga:

Sejak 2010 IYC telah hadir menjadi sarana bagi Anak Muda Indonesia untuk mengembangkan pengetahuannya di berbagai bidang, sebagai bekal di masa depan. Itulah sebabnya IYC tahun ini mengusun tema “Kami Masa Depan”.

Selain itu konsep yang dibentuk kali ini menghadirkan tiga diskusi besar yang terbagi menjadi tiga, Talkshow, Public Discussion, dan Workshop.

Pada sesi Talkshow atau sharing session para ahli akan berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dalam meningkatkan awareness dan pemahaman peserta terhadap isu yang dibawakan.

Kemudian pada sesi Public Discussion peserta akan terlibat pada diskusi yang lebih dalam bersama narasumber dan peserta lainnya untuk mengaktivasi perbincangan, berpikir kritis, dan aksi yang lebih jauh.

Lalu pada sesi Workshop peserta dapat belajar secara langsung, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman, serta mempraktikan hasil diskusi bersama pakar di bidangnya.