Nama Indonesia kian hari kian mantap dipandang dunia: budaya, musik, kuliner, dan sejarah semakin serius dipelajari. Namun, masyarakat kita justru lebih sering memandang ke luar, terutama pemudanya.

Bahasa Indonesia, misalnya, yang tengah kalah pamor dengan bahasa asing. Hal itu dipertegas George Quinn, profesor dari Australia yang sudah belajar budaya dan bahasa Jawa selama seperempat abad. Menurutnya, generasi muda di Indonesia semkain kurang mempelajari budaya Indonesia. Padahal, bahasa Indonesia kini tengah menarik minat untuk dipelajari oleh negara-negara Asia dan Eropa.

“Minat pada bahasa Indonesia semakin sedikit, dan bisa punah. Budaya tidak lagi seperti dulu dan tidak akan bisa kembali seperti dulu jika tidak kita yang melestarikannya,” jelas George, mengutip Voa Indonesia. “Di Indonesia, warganya malah semakin banyak memilih memakai bahasa Inggris.”

Baca juga:

Di sisi budaya-sejarah, dari sekian banyak peninggalan yang ada di Indonesia seperti Candi Borobudur, anak muda masih banyak tidak paham makna terkandung di dalamnya.

Melihat sedikit fenomena tadi, rasanya penting anak muda memulai melek terhadap segala jenis potensi yang ada di Indonesia.

Kamu bisa mencari tahu lebih dalam lagi potensi apa yang dimiliki Indonesia dan bisa kamu banggakan di IndonesianYouth Conference 2017 x Kibar dalam sesi “Menyelami Nusantara” bersama Karin Soerja (Professional Announcer & Creative Writer), Abie Abdillah (Founder Studio Hiji), dan Akhyari Hananto (FOunder Good News From Indonesia) yang akan diselenggarakan di Townsquare Cilandak, Jakarta, Sabtu, 16 Desember 2017 mendatang.

Pada sesi itu kamu akan diajak untuk mencari tahu apa yang bisa dilakukan oleh anak muda dalam menjaga reputasi Indonesia agar bangsa dan negara kita bisa memiliki karakteristik khas dibanding negara lain.

Bagi kamu yang penasaran dan ingin terlibat bisa langsung mengunjungi indonesianyouth.id untuk pemesanan tiket. Jangan sampai kamu kehabisan. Pantau terus update-nya di semua saluran informasi IndonesianYouth seperti situs Instagram, Facebook, ataupun Twitter.

Baca juga:

Sejak 2010 IYC telah hadir menjadi sarana bagi Anak Muda Indonesia untuk mengembangkan pengetahuannya di berbagai bidang, sebagai bekal di masa depan. Itulah sebabnya IYC tahun ini mengusun tema “Kami Masa Depan”.

Selain itu konsep yang dibentuk kali ini menghadirkan tiga diskusi besar yang terbagi menjadi tiga, Talkshow, Public Discussion, dan Workshop.

Pada sesi Talkshow atau sharing session para ahli akan berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dalam meningkatkan awareness dan pemahaman peserta terhadap isu yang dibawakan.

Kemudian pada sesi Public Discussion peserta akan terlibat pada diskusi yang lebih dalam bersama narasumber dan peserta lainnya untuk mengaktivasi perbincangan, berpikir kritis, dan aksi yang lebih jauh.

Lalu pada sesi Workshop peserta dapat belajar secara langsung, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman, serta mempraktikan hasil diskusi bersama pakar di bidangnya.