Kamu lebih sering naik yang mana: kendaraan bermotor atau kereta kuda? Saya rasa, lebih besar kemungkinannya bahwa jawabanmu adalah yang pertama. Karena kita sudah melewati tiga revolusi industri: mesin-mesin besar yang meringankan pekerjaan pabrik sudah sangat biasa. Kita melihat penemuan James Watt dengan kacamata sejarah, bukan inovasi masa depan.

Inilah masa depan: selamat datang di Industry 4.0.

Sekalipun tak benar terlibat, kita sudah disuguhi, misalnya, big data dan artificial intelligence (kecerdasan buatan). Dua hal ini setidaknya sudah mempengaruhi penggunaan Internet kita; media-media sosial mengumpulkan data penggunaan kita dan menyediakan konten (termasuk iklan) yang sesuai dengan kebiasaan kita. Sistem-sistem ini siap mengolah data yang sesuai dengan cepat kapanpun diperlukan.

Namun, bagaimana mereka bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari kita?

Big data, misalnya, membantu pembangunan Jakarta Smart City. Dengan data yang begitu berlimpah dan terolah, pemerintah bisa mengambil keputusan strategis yang tepat dengan cepat. Warga bisa mengetahui keadaan transportasi umum, memahami kualitas udara, dan memantau banjir serta resikonya secara real time; untuk tahu apakah Kuningan banjir, kita tak perlu lagi bertanya pada teman yang berkantor di sana.

Sedangkan, kecerdasan buatan mampu mengerjakan setidaknya sebagian pekerjaan manusia dengan lebih efisien dan biaya yang lebih murah. Hal ini disebut bisa mengancam masa depan beberapa pekerjaan. Telemarketer, kasir, dan paralegal, misalnya, adalah beberapa pekerjaan yang berpotensi diautomasi lebih dari 90 persen.

Pekerjaan-pekerjaan ini bukan berarti akan “hilang”, namun akan “terdefinisi kembali”. Siapkah kita menghadapi redefinisi ini?

Tentu, ia tak “hanya” mendefinisikan kembali pekerjaan-pekerjaan yang bisa diautomasi, namun juga bisa mengubah cara hidup kita. Bagaimana kita mempersiapkan diri?

Dalam sesi Indonesian Youth Conference 2017 “Teknologi: Industry 4.0: Koneksi Tanpa Batas”, kita akan berdiskusi bersama Gerryadi Agusta (Cimahi Creative) dan Prasetyo Adi Wicaksono (Code for Indonesia) tentang bagaimana teknologi akan mengintegrasi dan mengubah kehidupan kita, serta bagaimana kita perlu memandang masa depan yang dinamis ini. Diskusi ini akan digelar pada 16 Desember 2017

Pernah dengar istilah-istilah ini: Virtual Reality, Big Data, atau Artificial Intelligence? . Itu semua merupakan buah hasil dari panjangnya inovasi teknologi yang saat ini terlihat semakin nyata. Hingga era 21, revolusi industri telah terjadi dari periode 1.0 hingga saat ini mencapai 4.0. . Dalam talkshow teknologi "Industri 4.0: Koneksi Tanpa Batas" ini, IYC mengajak kamu menyikapi perubahan besar, dampak dari revolusi industri keempat dan memanfaatkan penggunaan inovasi teknologi untuk masa mendatang. . Siapa yang tertarik untuk membuat inovasi teknologi? Langsung aja yuk beli tiketnya di indonesianyouth.id 😁 . . . . . . . #IYC #IndonesianYouth #IndonesianYouthConference #Youth #YouthConference #IYCatCitos #KamiMasaDepan

A post shared by IndonesianYouth (@indonesianyouth) on

Penasaran dengan bagaimana masa depan kita akan ikut diukir oleh teknologi? IYC 2017 yang bertajuk “Kami Masa Depan” ini akan memberi jawaban. Tiket Indonesian Youth Conference bisa didapatkan di indonesianyouth.id — jangan sampai kehabisan!

Sejak 2010 IYC telah hadir menjadi sarana bagi Anak Muda Indonesia untuk mengembangkan pengetahuannya di berbagai bidang, sebagai bekal di masa depan.

Selain itu konsep yang dibentuk kali ini menghadirkan tiga diskusi besar yang terbagi menjadi tiga, TalkshowPublic Discussion, dan Workshop.

Pada sesi Talkshow atau sharing session para ahli akan berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dalam meningkatkan awareness dan pemahaman peserta terhadap isu yang dibawakan.

Kemudian pada sesi Public Discussion peserta akan terlibat pada diskusi yang lebih dalam bersama narasumber dan peserta lainnya untuk mengaktivasi perbincangan, berpikir kritis, dan aksi yang lebih jauh.

Lalu pada sesi Workshop peserta dapat belajar secara langsung, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman, serta mempraktikan hasil diskusi bersama pakar di bidangnya.