Setiap manusia dalam hidupnya akan mengalami momen paling sakral dalam hidupnya, yakni pernikahan. Banyak yang menilai, momen tersebut adalah momen sederhana yang tidak pernah sederhana.

Namun pernikahan bisa menjadi tidak sederhana sejak pesta seumur sehidup sekali itu menayangkan pernikahan para artis dan anak secara mewah sehingga, baik calon pasangan atau calon mertua kamu memiliki standart tinggi. Dampak lainnya, kamu menjadi tidak siap menikah di usia 20-an.

Tapi tenang dulu, IndonesianYouth.org punya lima kiat mujarab supaya kamu siap nikah di usia 20-an. Berikut kiatnya:

Pahami kondisi keuangan

Bohong, pernikahan tidak membutuhkan uang. Untuk itu kamu perlu memahami kondisi keuangan kamu. Misalnya, dengan pendapatan kamu yang saat ini apakah cukup untuk menggelar pernikahan?

Memiliki tabungan

Kemudian memiliki penghasilan tetap saat ini juga belum cukup. Kamu juga harus punya tabungan untuk biaya pernikahan.

Salah satu cara yang terbilang efisien kamu bisa membuka rekening tabungan bersama dengan pasanganmu. Untuk nilai tabungannya bisa kamu sepakati berdua.

Mempelajari financial planning

Apa sih sebenarnya financial planning itu?

Financial planning sesuai dengan artinya adalah bagaimana cara kita mengelola uang dengan baik. Kondisi target atau kondisi yang ingin dicapai dari financial planning adalah financial independent, yaitu kondisi di mana memiliki uang dan bisa menghidupi diri sendiri, serta dapat memilih akan bekerja atau tidak.

Pekerjaan hanya sebagai sarana untuk memenuhi passion. Dalam financial planning, akan lebih mudah jika kita memiliki target yang ingin dicapai.

Baca juga:

Menghapus kebiasaan konsumtif

Cara selanjutnya ini sebetulnya tidak ada cara pasti, selain tekad yang kuat dari dalam diri kamu untuk menghapus kebiasaan kamu yang satu ini. Dan kalau kamu sudah bisa menghilangkan kebiasaan konsumtif, rasakan deh perbedaannya.

Memahami pendidikan keluarga

Empat cara di atas adalah hal paling akrab didengar di kuping kita. Tetapi, banyak yang lupa kalau memahami pendidikan keluarga sama pentingnya.

Dan juga, persoalan pendidikan keluarga saat ini bukan hanya topik yang dibahas oleh orang dewasa saja, tetapi buat kamu yang tidak lama lagi ingin menikah. Sebuah modal penting untuk dibawa sebelum kamu membangun keluarga nantinya.

Pendidikan keluarga juga tak melulu soal parenting dalam membangun rumah tangga namun tecakup juga di dalamnya berbagai praktik baik dalam kehidupan berkeluarga yang anak muda punya peranan penting di situ.

Kamu ingin tahu bagaimana pendidikan keluarga lebih jauh lagi? Kamu bisa mengikuti kegiatan IndonesianYouth Conference tahun ini.

Di IndonesianYouth COnference 2017 x KIBAR yang akan berlangsung di Townsquare, Cilandak, Jakarta, 16 Desember mendatang, melalui sesi Talkshow Pendidikan Keluarga bertempat di tenant Excelso, bersama Vivid Anggraini (Youth Activist and Lecturer), Caron Toshiko (Praktisi Psikologi dan Co-Founder Gueari Galeri), dan panelis lainnya IYC mengajak kamu melihat gambaran bagaimana pendidikan keluarga tidak hanya menekankan pada hal parenting dalam membangun rumah tangga namun tecangkup juga di dalamnya berbagai praktik baik dalam kehidupan berkeluarga yang anak muda punya peranan penting di dalamnya.

Wawasan, pemahaman, dan kiat dalam membina keluarga banyak tersedia di berbagai wadah informasi masa kini. Tapi, apakah informasi mengenai keluarga hanya perlu didengar oleh orang dewasa saja? . Dalam public discussion pendidikan keluarga "Peran Anak Muda Dalam Keluarga" ini, IYC mengajak kamu melihat gambaran bagaimana pendidikan keluarga tidak hanya menekankan pada hal parenting dalam membangun rumah tangga namun tecangkup juga di dalamnya berbagai praktik baik dalam kehidupan berkeluarga yang anak muda punya peranan penting di dalamnya! . Untuk pembelian tiket dan info lebih lanjut, silahkan buka indonesianyouth.id 😊 . . . . . . #IYC #IndonesianYouth #IndonesianYouthConference #Youth #YouthConference #IYCatCitos #KamiMasaDepan

A post shared by IndonesianYouth (@indonesianyouth) on

Baca juga:

Sejak 2010 IYC telah hadir menjadi sarana bagi Anak Muda Indonesia untuk mengembangkan pengetahuannya di berbagai bidang, sebagai bekal di masa depan. Itulah sebabnya IYC tahun ini mengusun tema “Kami Masa Depan”.

Selain itu konsep yang dibentuk kali ini menghadirkan tiga diskusi besar yang terbagi menjadi tiga, Talkshow, Public Discussion, dan Workshop.

Pada sesi Talkshow atau sharing session para ahli akan berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dalam meningkatkan awareness dan pemahaman peserta terhadap isu yang dibawakan.

Kemudian pada sesi Public Discussion peserta akan terlibat pada diskusi yang lebih dalam bersama narasumber dan peserta lainnya untuk mengaktivasi perbincangan, berpikir kritis, dan aksi yang lebih jauh.

Lalu pada sesi Workshop peserta dapat belajar secara langsung, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman, serta mempraktikan hasil diskusi bersama pakar di bidangnya.