DAMN. Album ini sukses menyapu Grammy Awards 2018 dengan mengambil lima penghargaan — sama banyak dengan Bruno Mars yang mendapat kategori penghargaan yang paling bergengsi. Sang penyanyi, Kendrick Lamar, berhasil menyapu bersih kategori Rap sebagai pemenang, yaitu Best Rap Performance (Humble), Best Rap/Sung Performance (Loyalty), Best Rap Song (Humble), serta Best Rap Album (Damn).

Pantaskah album ini mendapatkan penghargaan sebanyak ini? Berikut beberapa hal yang membuat album ini menarik:

Bisa dimainkan dengan dua cara

Sejak album ini dirilis, banyak penggemar Kendrick Lamar yang berteori bahwa album ini bisa dimainkan dengan cara maju (dari lagu pertama ke lagu terakhir) dan mundur (dari lagu terakhir ke lagu pertama). Hal ini disebabkan oleh adanya simetri di lagu pertama dan terakhirnya; lagu pertama dan akhir sama-sama memiliki suara tembakan dan lirik “So I was taking a walk the other day,” — masing-masing sebagai pembuka dan penutup. Selain itu lagu terakhir juga menyebut “We’re gonna put it in reverse,” menandakan keniscayaan akan memutarbalikkan sesuatu.

Benar saja, Kendrick sendiri mengkonfirmasi teori ini. Ia menyebut bahwa album ini bisa dimainkan dengan dua cara tersebut, dan dua cara tersebut memberi dua akhir cerita yang berbeda.

Hal ini menguatkan kemampuan Kendrick sebagai musisi hip hop yang pandai bernarasi. Joe Budden, rapper anggota Slaughterhouse menegaskan ini: “Kalau kau bertanya siapa rapper kini yang bercerita lebih baik dari Kendrick? Tidak ada.”

Mengandung kisah nyata

Kepandaian berceritanya ini juga dipakai untuk menyajikan kisah hidupnya. Dalam lagu terakhirnya yang bertajuk DUCKWORTH., Kendrick bercerita tentang kisah ayahnya — Ducky, yang dulu adalah kasir restoran makanan siap saji — dan Anthony “Top Dawg” — pemilik label TDE, tempat Kendrick bernaung.

Alkisah, Anthony lahir di keluarga yang bermasalah — ibunya disebut kecanduan kokain. Pada usia 15, Anthony pun mulai menjual kokain, bahkan sempat terjerat kasus pembunuhan di kemudian hari, meskipun tak dihukum karena buktinya tak kuat.

Ducky, yang mengetahui latar belakang gelap Anthony, selalu memberi ayam dan biskuit gratis padanya, dengan harapan jasanya akan diingat dan ia tak perlu bermasalah sekalipun dengan Anthony.

“Andai Anthony membunuh Ducky, ia akan dihukum seumur hidup, dan aku akan tumbuh besar tanpa ayah kemudian mati ditembak,” tukas Kendrick dalam lagu ini.

Menegaskan posisi politik sang rapper

Kendrick memang musisi yang politis, ini bukan hal baru; di album sebelumnya pun, To Pimp a Butterfly, ia menyerukan kebenciannya pada Kepolisian Amerika Serikat yang berakar dari kekerasan polisi terhadap warga kulit hitam dalam lagu Alright.

Pada BLOOD., ia mengutip siaran Fox News — sebuah kanal berita yang condong ke politik sayap kanan Amerika — yang membicarakan lagu Alright tersebut.

Pada XXX., ia mengkisahkan seorang ibu yang anaknya dibunuh oleh polisi dengan marah. Ia juga menceritakan seorang anak yang tak lagi mau sekolah — sebuah protes terhadap makin sulitnya pendidikan di negaranya, dan menyentil Donald Trump dalam lagu ini.

Mengambil sampel dari kandidat album terbaik yang lain

Untuk LOYALTY., ia mengambil sampel dari lagu 24K Magic  dari album Bruno Mars bertajuk sama, yang juga merupakan kandidat album terbaik tahun ini — dan menang.

Sampel ini tak sekadar mempermanis lagunya, namun memberikan struktur dan melodi dasar lagu ini. Berkat ini, LOYALTY. memenangkan Grammy di kategori Best Rap-Sung Performance.

Memecahkan rekor Metacritic

Pantas saja Kendrick ‘bersih-bersih’ kategori Rap di Grammy tahun ini. DAMN. adalah album hip hop dengan nilai tertinggi — 97/100 — di Metacritic. Selain itu, ia juga mendapat skor sempurna dari The Guardian dan Telegraph, serta skor nyaris sempurna di Rolling Stone, HipHopDX, dan Pitchfork.

Bahkan, survey BBC menyebut DAMN. sebagai album favorit para kritikus musik pada 2017. Bagaimana menurutmu? Pantaskah Kendrick Lamar mendapatkan lima penghargaan di Grammy kemarin? Atau mungkin menurutmu DAMN. pantas mendapat lebih?