Berbicara mengenai gap komunikasi, generasi milenial tengah menjadi generasi yang miskin teladan, mereka menganggap sosok orangtua di rumah kurang menjadi mentor sehingga meraka mencarinya di luar rumah, yang –sadar tidak sadar– justru dapat menimbulkan missleading. Maka peran orangtua sangatlah penting.

Pentingnya orangtua terlihat dari survei Youthmanual. di mana 90 persen anak muda salah mengambil jurursan ketika kuliah lantan kurangnya mentoring dengan orangtua.

“Indonesia saat ini distrupsi atau berada di era VUCA, era dimana penuh dengan ketidakpastian, di mana era ini menjadi tantangan besar bagi generasi milenial,” ujar Founder Rumah Millennials, Taufan Akbari, di IndonesianYouth Conference 2017, yang diselenggarakan di Townsquare Cilandak, Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Karenanya, kita sebagai anak muda perlu mengawal masa depan kita untuk tahu mau dibawa ke mana nantinya. Dan salah satu caraya yaitu dengan mengambil peran di dalam keluarga.

Peran di dalam keluarga sebetulnya tidaklah hanya tertumpuk di orangtua. Sebab, peran di dalam keluarga tidak cukup satu-dua orang saja, telebih untuk mengawal masa depan.

Memang, pada umumnya, rata-rata orang tua jaman now tidak tahu bagaimana cara mendidik anak dengan baik dan benar. Padahal, menurut Taufan, orangtua harus menjadi teman dialog, dan memberikan ruang diskusi dalam keluarga. Itu sangatlah penting.

Kemudian kita tahu bahwa anak selalu ingin dipahami, tetapi orangtua pun juga ingin dipahami. Itulah tantangan keluarga saat ini, yakni mencari titik tengah agar anak dan orangtua memiliki peran yang sama.

Untuk menjadi anak muda yang hebat, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan menurut Taufan Akbari. Berikut poin-poinnya:

  1. Butuh ruang diskusi dalam keluarga
  2. Punya kualitas yang baik dengan orang tua
  3. Mampu menguatkan argumentasi kita dengan data dan fakta yang meyakinkan
  4. Punya tujuan yang jelas
  5. Punya mentor di luar keluarga inti
  6. Punya konsistensi yang kuat
  7. Rajin berjejaring di luar rumah