Menurut sebuah laporan axios.com, Presiden Amerika, Donald Trump, rela menggelontorkan ratusan miliar rupiah guna melakukan riset mendalam untuk pengembangan dari teknologi komunikasi generasi kelima atau 5G. Virtual Reality, Smart City, AI juga robot adalah penemuan-penemuan yang akan sulit dinaifkan. Suatu hari semua kebutuhan dan perangkatnya akan didikung oleh 5G.

Kita tahu generasi teknologi ini sudah mengalami evolusi dari masa ke masa, diawali dari generasi kedua (2G) yang dimulai pada tahun 1991 dengan kemampuan texting.

Memasuki medio 90-an akhir lahirlah generasi ketiga (3G) dengan kecanggihan texting + internet access. Kemudian di 2000-an awal hadir generasi keempat (4G) dengan fasilitas texting + internet access + video.

Lalu bagaimana dengan generasi kelima (5G)?

Konon, kemampuan koneksi 5G akan 10 kali lebih cepat ketimbang generasi sebelumnya yaitu 4G. Kecepatan ini diprediksi mampu streaming video “8K” atau setara dengan mengunduh film 3D dalam waktu hanya 30 detik (4G butuh waktu enam menit).

Generasi ini juga tak sekadar bisa digunakan untuk smartphone, tapi juga bisa untuk sensor, robot, dan teknologi lainnya yang akan terintegrasi satu sama lain.

Jaringan 5G juga akan memperpendek waktu hampir nol jeda antara perangkat dan server yang digunakan untuk komunikasi. Untuk mobil tanpa sopir, misalnya, bisa dipastikan tidak akan mengalami gangguan antara pusat data, sensor, serta mobil-mobil lainnya yang sudah menggunakan teknologi komunikasi dari generasi ini.

kredit: cnn.com

Namun generasi kelima ini bukan tanpa kekurangan. Kemampuan koneksi 5G memang sangat cepat, namun membutuhkan bandwidth yang lebih besar, sebab 5G membutuhkan perjalanan melalui gelombang udara frekuensi tinggi.

Selain itu juga 5G tidak dapat menembus melalui dinding, jendela atau atap, dan bila 5G semakin jauh dari servernya maka akan koneksi tersebut akan semakin lemah, atau istilah kita lemot.

Itu berarti perusahaan penyedia jasa teknologi komunikasi perlu memasang ribuan –mungkin jutaan– menara sel mini di tiap tiang lampu, sisi bangunan, dan di dalam rumah. Pembangunan infrastruktur ini tentu akan memakan biaya mahal. Maka di situasi tertentu, 4G masih sangat dibutuhkan.

Akan tetapi, 5G diprediksi baru akan bisa hadir pada 2020 mendatang usai konsorsium nirkabel internasional, 3GPP, yang baru menyetujui standard penggunaan teknologinya. Dan baru tahun depan, Persatuan Telekomunikasi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (ITU) meninjau standar 3GPP. Barulah kemudian para perusahaan nirkabel dapat mulai membeli dan menjual peralatan 5G dengan jaminan bahwa semuanya akan bekerja sama.

Berarti, kita masih harus bersabar dulu nih, setidaknya dua tahun ke depan. Kira-kira akan ada kecanggihan apalagi ya dengan hadirnya 5G?

sumber: axios.com, CNN.