Yayasan Difabel Mandiri Indonesia bermula dari sebuah komunitas di Jejaring Sosial Facebook yang bernama Komunitas Penyandang Disabilitas Indonesia (KPDI).

Komunitas ini berdiri karena perasaan senasib para anggotanya yang sebagian besar adalah difabel. Komunitas ini juga membantu anggota untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman akan keberadaan para difabel di masyarakat umum dengan segala permasalahannya dan minimnya lowongan pekerjaan untuk difabel serta kurangnya keterampilan.

Menyikapi hal tersebut, maka timbulah satu gagasan baru untuk membentuk suatu badan, yang mengelola pembinaan dan bantuan untuk para Difabel, yang lebih terorganisir. Maka pada tanggal 24 Juli tahun 2013, yang diprakarsai segenap saudara saudari Difabel, yang dengan semangat kemandiriannya, akhirnya membentuk kesepahaman wadah, yang kemudian dinamakan Yayasan Difabel Mandiri Indonesia YDMI) , dan Nama “Difabel Mandiri Indonesia” itu diambil, dari keinginan kami para Difabel untuk mandiri. Yayasan Difabel Mandiri Indonesia ada atas sadar kami, para Difabel untuk berbagi dan berkarya dalam kemandirian.

Kekurangan fisik para difabel merupakan salah satu pokok masalah yang membutuhkan penanganan sungguh-sungguh, terpadu secara lintas sektor dan berkelanjutan. Untuk menangani difabel agar kualitas hidup dan kesejahteraannya dapat ditingkatkan ,diperlukan kerjasama dukungan dan sinergi semua pihak, baik Pemerintah Pusat , Pemerintah Daerah, masyarakat maupun dunia usaha. Agar terdapat kesatuan gerak langkah untuk bersama-sama memajukan para difabel, maka diperlukan kebijakan dan strategi dalam menangani difabel, yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan program dan kegiatan baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah secara terarah, terpadu dan berkelanjutan.