Awal mula nama komunitas ini adalah “Perpustakaan Anak Bangsa”, kemudian diganti menjadi “Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara” yang selanjutnya disingkat dengan “GPAN”. Dengan nama tersebut, Imam, penggagas GPAN, berharap komunitas ini mampu menciptakan gerakan-gerakan yang positif untuk membantu anak-anak yang kurang mampu di seluruh nusantara ini dan semakin banyak tercipta perpustakaan di berbagai daerah.

Negeri ini benar-benar membutuhkan generasi emas yang peduli. Kepedulian dengan beragam cara tentu akan menciptakan solusi secara nyata. Tidak seperti orang-orang yang hanya bisa mencaci maki, orang-orang yang hanya peduli diri sendiri, ataupun orang-orang yang hanya menimbun kekayaan yang tidak bisa dibawa mati. Seperti pesan Imam pada rekan-rekannya di awal pembentukan GPAN ini, “Ketahuilah masih banyak anak-anak negeri ini yang membutuhkan uluran tangan kita bersama. Mereka adalah generasi emas penerus bangsa, permata-permata penerus yang harus dijaga, apapun kondisinya kita harus memberikan pengabdian secara nyata.”