Berbicara tentang kreativitas itu seolah berbicara tentang hal yang tidak ada habisnya: kreativitas itu tidak kenal batas, tidak kenal usia, tidak kenal profesi atau bahkan jabatan. Semua orang mempunyai hak untuk berkreativitas sesuai dengan kemampuan dan potensi mereka. Dan kreativitas itu dapat melahirkan sebuah perubahan, sebuah impovisasi, atau bahkan kesenjangan sosial.

Nah yang bakal kita bahas kali ini, bagaimana kreativitas itu dapat melahirkan hal baru yang tentunya positif, bermanfaat untuk kebaikan dan dapat meningkatkan persaingan di dunia industri, especially, untuk negara kita, yang sedang berkembang.

Beruntung nggak sih tinggal di negara yang sedang berkembang? Literally tinggal di negara yang sedang berkembang itu amat sangat menguntungkan, mengapa? Saat kita tinggal di negara yang sedang berkembang, sebagi generasi muda tentunya kamu memiliki kenginan untuk selalu melakukan perubahan, untuk terus survive, untuk terus mencoba hal-hal baru. Sayang banget kalau masih muda tapi merasa belum achive apapun.

Nah apasih aktivitas yang bisa diolah sekreatif mungkin? Banyak banget, but maybe kita bahas tiga saja, yaitu kuliner, fesyen, dan seni.

Pertama soal kuliner, faktanya, secara langsung atau tidak, sadar nggak sadar, banyak dari kita yang kalau berjalan-jalan liburan, ke tempat baru, pasti bakal mencoba kuliner di tempat yang kita kunjungi. Di Indonesia sendiri banyak banget makanan yang bisa dicoba dan diolah, mulai dari yang tradisional sampai kekinian.

Eggak jarang kan kita temuin, makanan yang dulunya cuma satu rasa, sekarang sudah macam-macam rasa. Makanan yang dulunya satu jenis sekarang banyak jenisnya. Dari ada fenomena itu, sebenarnya membuktikan kalau masyarakat kita sangat kreatif, kkhususnya di bidang kuliner. Dan menyadari kalau sebuah era akan selalu berubah.

Fashion, kalau meelihat fesyen zaman sekarang, banyak desainer-desainar domestik maupun dunia, improvisasi menciptakan desain dan produk-produk baru. Apalagi kalau mengikuti Instagram dan Youtube, di situ banyak fesyen hijab dunia yang terus berinovasi dari tahun ke tahun, atau setiap harinya untuk menciptakan suatu tren yang tidak membosankan, dan siapa yang menyangka banyak tutorial-tutorial fesyen seperti tutorial hijab, yang bisa menghasilkan uang dari kreativitas mereka memanfaatkan kemajuan perkembangan fesyen dan teknologi.

Kemudian ada seni, dan itu lingkupnya luas banget kan? Tetapi ada beberapa hal yang harus diingat, dalam membuat dan meciptakan seni jangan sampai menyalin (copy) apa yang sudah ada. Kita boleh belajar dari apa saja dan dari mana saja, tapi tidak untuk menyalin kembali. Banyak anak muda yang dapat mengekspresikan diri mereka melalui kraetivitas seni yang mereka miliki. Dan seni itu kaya ekspresi, tanpa beban dan spontan.

“Harus punya kesungguhan, ketekunan. Orang kita tidak bangga dengan orang Indonesia sendiri, lebih bangga dengan milik orang lain,” kata Jay Subiakto saat kegiatan IndonesianYouth Conference 2017, di Townsquare Cilandak, Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Selagi masih muda, selagi ada peluang, selagi masih bisa belajar, selagi masih bisa melakukan banyak hal, pergi ke mana pun, lakukanlah. Karena nggak sedikit anak muda di luar sana menyesal lantaran tidak memanfaatkan kesempatan waktu muda dengan baik.

Coba saja melakukan banyak hal, se-kreatif mungkin, percaya saja dengan diri sendiri, percaya sama kemampuan yang kita miliki. Kalau merasa ilmunya masih kurung, belajar dan terus belajar, jangan takut tantangan, jangan gampang mengeluh, jangan gampang nyerah, jangan gampang baper. Supaya jadi pemuda yang terbuka akan banyak hal dan tentunya positif.

Saat kamu memiliki potensi dan orang lain sudah percaya, tetaplah amanah, tekun, sungguh-sungguh atas apapun yang kamu kerjakan. Jangan takut susah, jangan takut bersaing. Junjung tinggi idealisme. Tetap profesional dalam keadaan apapun, iklas dan bersabarlah, supaya dapat ketenangan jiwa. Kalau jiwanya tenang, pasti ngalakuin hal apapun jadi tenang.

“Jangan takut susah dan harus idealis. Kita butuh uang tapi kalau tidak idealis, tidak ada hasilnya dan tidak akan bener. Profesional harus pake hati, bukan hanya uang. Harus ada ketenangan jiwa,” kata Jay lagi.

Kunci dari itu semua adalah berpikiran positif dan optimis untuk berkreativitas, supaya, bisa bersaing dengan orang-orang hebat di luar sana.

Jangan mau menerima apa yang sudah ada, kalau kita bisa menciptakan hal baru atau lebih, why not? Agar kamu semakin berani bersaing dalam hal apapun, terutama industri yang sedang gencar-gencarnya berkembang saat ini. Sayang banget kalau enggak explore Indonesia dengan berbagai keanekaragaman yang dimiliki.