Januari lalu, PT Holcim Indonesia, Tbk melalui LafargeHolcim Foundation menggelar LafargeHolcim Award atau sebuah kompetisi yang mengedepankan konsep konstruksi berkelanjutan se-Asia Pasifik. Di akhir tahun ini, pemenang dari berbagai kategori sudah ditentukan. Wakil dari Indonesia berhasil keluar sebagai juara dari tiga kategori berbeda.

Di main category, Indonesia meraih Silver Award 2017 lewat perpustaakaan mikro atau microlibrary di Bandung, Jawa Barat, karya Daliana Suryawinata dan Florian Heinzelmann (SHAU).

Microlibrary dibangun dengan konstruksi sederhana dan sekaligus bertujuan untuk mendorong minat baca masyarakat.

Microlibrary adalah arsitektur dengan sebuah misi,” kata Daliana saat memberikan pemaparannya di Jakarta Design Centre, Jakarta, Jumat (08/12/2017). “Semua yang dikerjakan adalah tantangan, bagaimana kami harus menggandeng beberapa stakeholder, kemudian juga meyakinkan semua sponsor. Jadi semua butuh perjuangan.”

Microlibrary Bandung/businessinsider.com

Pemenang selanjutnya pada acknowledgement category, Indonesia menempatkan Kamil Muhammad dan Barhmastyo Puji (pppooolll Jakarta) lewat karya pelatihan untuk pertanian organik di Parung, Jawa Barat.

Dan yang menarik adalah next generation category (18-30 tahun), di mana Andi Subagio (SASO) berhasil meraih tempat ketiga lewat karyanya yang membangun sekolah sebagai titik hubung untuk banyak aktivitas masyarakat dan mengkombinasikan alam dan budaya di Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur.

“Beberapa potensi di Ruteng kita kombinasikan di sini: school hub, technology development hub, dan education hub,” katanya. “Sekolah ini juga menjangkau teman-teman disabilitas.

Dani mengatakan, dalam masa pembangunan sekolah yang banyak menggunakan material bambu ini punya tantangannya sendiri, seperti human resource, maintenance issue, pendidikan, “dan organisasi yang tidak punya banyak uang atau mengandalkan dari funding,” katanya.

School for City Ruteng NTT/lafargeholcim-foundation.org

LafargeHolcim Awards merupakan kompetisi yang mengapresiasi konstruksi berkelanjutan. Kompetisi ini memberikan pengakuan terhadap desain yang melampaui standar saat ini, menonjolkan repons berkelanjutan atas berbagai isu teknologi, lingkungan, sosial ekonomi, dan budaya yang memengaruhi konstruksi kontemporer serta menawarkan solusi visioner terhadap cara kita membangun.

Anak muda Indonesia, mereka sudah membuktikan aksi nyatanya dalam menjalankan konstruksi berkelanjutan. Saatnya giliran kamu untuk menjadi partisipan konstruksi berkelanjutan di kesempatan-kesempatan berikutnya.