Seperti sudah banyak diketahui plastik bisa dimanfaatkan sebagai bahan daur ulang yang berguna. Membuat benda-benda yang dikreasikan sedemikian rupa sehingga menarik untuk dijadikan pajangan, misalnya. Tetapi, kini plastik ternyata bisa digunakan yang lebih besar lagi, yakni aspal jalan raya.

Sebuah perusahaan konstruksi Belanda, VolkerWessels, telah menemukan cara unik tersebut. VolkerWessels memiliki tujuan untuk membangun jalan seluruhnya dari plastik daur ulang yang telah berhasil diselamatkan dari lautan dan pabrik insinerasi, dan diberi nama konsep PlasticRoad.

Kota yang menjadi uji coba pertama adalah Rotterdam, Belanda, dengan jalur sepedanya. Dikabarkan, pembangunan itu memakan waktu tiga tahun.

Rencananya bagian jalan yang dibangun akan dibuat di pabrik dan kemudian dirakit di lokasi pembangunan. Menariknya, desain pembangunan jalannya akan menyisakan ruang berongga di bawah permukaan, sehingga memudahkan pemasangan kabel dan jaringan pipa.

Baca juga:

Sampel Air yang Mengandung Serat Plastik Ditemukan di 5 Benua

kredit: businessinsider.com/VolkerWessels

VolkerWessels pun menjelaskan alasan mengapa plastik daur ulang yang digunakan. Menurut mereka, jalan yang dibangun dengan plastik daur ulang mampu bertahan pada temperatur serendah -40 derajat dan setinggi 80 derajat celcius, serta berpotensi punya daya tahan hingga 50 tahun.

Baca juga:

Segudang Persoalan Plastik di Indonesia

Jalan plastik, masih menurut VolkerWessels, juga “tidak terpengaruh oleh korosi” dan memerlukan perawatan lebih sedikit.

Hal serupa juga mulai diadaptasi di Indonesia di pertengahan tahun ini. Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menguji pembangunan jalan aspal dengan campuran limbah plastik di Bali sepanjang 700 meter.

Menurut PUPR, di Indonesia dibutuhkan 2,5 ton sampah plastik untuk jalan sepanjang satu kilometer dengan lebar tujuh meter. Sedangkan, untuk jalan dengan beban lalulintas berat dibutuhkan dua lapisan plastik, atau lima ton.

Dari sisi ketahanan, berdasarkan penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR, menggunakan bahan daur ulang plastik lebih kuat hingga 40 persen ketimbang tidak menggunakannya.

sumber: Business Insider, The Guardian, Kompas.com