Kanker adalah pembunuh yang tak pernah berhenti mengancam. Di Indonesia, setiap tahun penderita kanker bertambah hingga empat ribu orang, demikian yang dikatakan Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Tyas Handayani.

“Dari jumlah itu, sebanyak 650 penderita kanker anak tiap tahun berasal dari Jakarta,” kata Tyas mengutip Tribunnews.com

Apa yang dikatakan Tyas memang benar adanya bila melihat perkiraan WHO: 84 juta orang meninggal dunia akibat kanker dari kurun waktu 2010-2015. Dari total angka itu, 80 persennya terdapat pada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di usia sebelum 60 tahun.

Di Indonesia, kanker paling banyak menyerang para perempuan: kanker payudara dan serviks. Sedangkan para pria kanker prostat dan paru mulai meningkat signifikan.

Sedangkan untuk anak-anak, data WHO menyebutkan jumlah penderita kanker di dunia saat ini sebanyak 14,1 juta orang, dan empat persennya merupakan penderita kanker berusia muda atau anak-anak. Jumlah orang yang meninggal karena kanker mencapai 8,2 juta.

Anjuran terhadap masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengonsumsi makanan yang tepat terus digalakkan. Tetapi rasanya itu juga belum cukup. Minimnya informasi terhadap kanker, terutama untuk orangtua dan anak, dinilai sebagai kendala mendasar.

Bersama dengan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, IndonesianYouth Conference 2017 akan mendiskusikan bersama praktik nyata apa yang dapat dilakukan untuk pasien anak dengan kanker dari keluarga prasejahtera di Indonesia lewat sesi “Let’s Help to Improve!” yang akan diselenggarakan di Townsquare Cilandak, Jakarta, Sabtu, 16 Desember 2017 mendatang.

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang berbahaya. . Taukah kamu, selain pengobatan dan perawatan paliatif, penanggulangan kanker yang efektif juga membutuhkan pengetahuan informasi yang benar dan dukungan psikososial yang tersedia baik bagi pasien maupun keluarganya. . Bersama dengan Yayasan Pita Kuning, dalam public discussion let's help to improve! ini, kita akan mendiskusikan bersama praktik nyata apa yang dapat kita lakukan untuk pasien anak dengan kanker dari keluarga prasejahtera di Indonesia. . Untuk saat ini, tiket public discussion Let's Help To Improve sudah habis. Namun jangan khawatir, bagi kalian yang membeli tiket sesi berbayar, maka kalian pun juga dapat menghadiri public discussion Let's Help To Improve ini ( selama tempat masih tersedia). Sampai jumpa di IYC 2017 ya! . . . . . . #IYC #IndonesianYouth #IndonesianYouthConference #Youth #YouthConference #IYCatCitos #KamiMasaDepan

A post shared by IndonesianYouth (@indonesianyouth) on

Bagi kamu yang penasaran dan ingin terlibat bisa langsung mengunjungi indonesianyouth.id untuk pemesanan tiket. Jangan sampai kamu kehabisan. Pantau terus update-nya di semua saluran informasi IndonesianYouth seperti situs Instagram, Facebook, ataupun Twitter.

Baca juga:

Sejak 2010 IYC telah hadir menjadi sarana bagi Anak Muda Indonesia untuk mengembangkan pengetahuannya di berbagai bidang, sebagai bekal di masa depan. Itulah sebabnya IYC tahun ini mengusun tema “Kami Masa Depan”.

Selain itu konsep yang dibentuk kali ini menghadirkan tiga diskusi besar yang terbagi menjadi tiga, Talkshow, Public Discussion, dan Workshop.

Pada sesi Talkshow atau sharing session para ahli akan berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dalam meningkatkan awareness dan pemahaman peserta terhadap isu yang dibawakan.

Kemudian pada sesi Public Discussion peserta akan terlibat pada diskusi yang lebih dalam bersama narasumber dan peserta lainnya untuk mengaktivasi perbincangan, berpikir kritis, dan aksi yang lebih jauh.

Lalu pada sesi Workshop peserta dapat belajar secara langsung, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman, serta mempraktikan hasil diskusi bersama pakar di bidangnya.