“Pada hari ini PT a&e Media sebagai penerbit majalah Rolling Stone Indonesia dan situs Rolling Stone Indonesia mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2018 kami tidak memegang lisensi majalah Rolling Stone Indonesia dan situs Rolling Stone Indonesia untuk beroperasi di wilayah Indonesia,” demikian pengumuman resmi pada situs Rolling Stone Indonesia. Iya, Rolling Stone Indonesia tak lagi terbit.

Tentu pengumuman itu sangatlah mengejutkan. Di tahun 2018 kita tak lagi bisa menikmati majalah musik terbaik yang pernah ada di Indonesia. Tak lebih dari 12 tahun majalah ini menemani para pecinta musik tanah air lewat tulisan-tulisannya sedap dibaca.

Banyak spekulasi kalau finansial menjadi persoalan dan mengakibatkan tutupnya Rolling Stone Indonesia (RSI). Mungkin ada benarnya, bila merujuk pada data Nielsen Advertising Information Services yang memunculkan fakta bahwa belanja iklan –pemasok finansial primer sebuah media– mengalami penurunan. Di tahun 2015 belanja iklan di media cetak mengalami penurunan sebanyak empat persen ketimbang tahun sebelumnya, 2014.

Berbeda dengan belanja iklan di televisi yang mengalam pertumbuhan. Pada 2015 belanja iklan di televisi naik 12 persen ketimbang tahun 2014. Faktor lainnya adalah derasnya perkembangan teknologi dan menguatnya digitalisasi. Ini juga membuat perubahan perilaku konsumen dalam mengonsumsi media yang mengarah ke media daring.

Tentu RSI bukan media cetak pertama yang tutup lapak. Kita tahu, majalah anak muda dan fesyen, HAI Magazine sudah lebih dulu berhenti cetak. Demikian dengan Kawanku. Ada juga majalah khusus teknologi CHIP yang sudah tutup lebih dulu. Kemudian dari urusan olahraga, khususnya sepakbola, tabloid Go dan Soccer juga semakin menegaskan superiornya digitalisasi.

Nah, berikut ini ada beberapa media cetak yang sudah lebih dulu tutup karena arus digitalisasi, lho. Mungkin ada yang pernah jadi kenangan kamu juga.

Apa saja ya kira-kira?

Trax

kredit: Gramedia.com

Pecinta musik pasti tahu dong majalah ini?

Cosmo girl! Indonesia

kredit: Gramedia.com

Kalau anak muda pecinta fesyen biasanya cari majalah ini untuk cari refrensi.

Tabloid Gaul

kredit: its26story.blogspot.co.id

Dulu belum ngerasa gaul kalau belum punya majalah ini.

Harian Bola

kredit: Gramedia.com

Siapa yang dulu sering beli koran ini cuma buat ngumpulin posternya doang?

Bloomberg Businessweek Indonesia

kredit: Gramedia.com

Mungkin kamu asing dengan majalah ini, tapi coba tanyakan ke orangtua kamu, mereka pasti tahu.

Fortune Indonesia

kredit: Gramedia.com

Majalah Fortune Indonesia juga terpaksa harus tutup meski di bawah payung perusahaan sebesar Kompas Gramedia

Maxim

kredit maximindonesia.co.id

“Edisi Agustus 2017 ini tak hanya menjadi edisi ke 140 kami, tapi juga merupakan edisi terakhir MAXIM Indonesia menemani Anda semua para Maxim Man. Untuk menandai edisi terakhir ini kami pun melakukan sesuatu yang spesial, yaitu membuat tampilan double-cover. More woman, more sexiness, and of course more of fun,” demikian tertulis di situs resminya.

FHM

kredit: Twitter.com/FHM Indonesia

Majalah FHM Indonesia memutuskan untuk tidak lagi tayang per November 2017 kemarin dan tidak juga beralih ke digital. FHM di UK juga sudah lebih dulu tutup pada 2016 lalu. Gambar di atas adalah edisi perpisahan dengan menampilkan bintang asal Jepang Maria Ozawa di halaman muka.