Negara Indonesia terbilang masih sangat rendah dalam hal mengkonsumsi ikan. Rata-rata angka konsumsi ikan di Indonesia masih di bawah 38 kilogram per kapita, sedangkan angka persediaan dapat berkisar 38 hingga 51 kilogram per kapita.

Angka konsumsi ikan Indonesia juga lebih kecil dibanding negara lain di kawasan Asia Tenggara. Data Food and Agriculture Organization (FAO) pada 2011 mencatat angka konsumsi ikan Indonesia di bawah Malaysia, yakni 58,1 kilogram per kapita, Myanmar seberat 55 kilogram per kapita, maupun Vietnam sebanyak 33,20 kilogram per kapita.

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia –menteri paling ngentrik– Susi Pudjiastuti pun mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan konsumsi ikan.

“Kita harapkan manusia Indonesia tumbuh sehat karena banyak makan ikan,” tutur Susi.

Secara alamiah, mengkonsumsi itu memang faktanya memiliki banyak manfaat. Misalnya, menurunkan tekanan darah, menekan risiko kanker, atau bisa juga meningkatkan fungsi otak

Journal of Medicine (1998) menyebutkan, mengkonsumsi 3 kg ikan setiap minggu bisa mencegah penyakit arteriosclerosis, hanya saja penderita harus menghindari ikan yang digoreng atau ikan asin.

Ada pula Jurnal Chest (Amerika) edisi Oktober 1992 mempublikasikan sejumlah rekombinasi konferensi ilmiah pada peneliti penyakit hati dan pembuluh (vessel), yang bisa dicegah dan diobati dengan mengkonsumsi ikan. Seperti mencegah cardiac infarction, para peneliti menyarankan konsumsi 30-40 ikanĀ  setiap hari atau menyantap menu ikan minimal dua kali dalam seminggu.

Jadi, pembaca yang budiman, mulai sekarang segeralah mengkonsumsi ikan setelah kamu tahu banyak segudang manfaatnya.

“Yang tidak makan ikan saya tenggelamkan!” tegas Susi.

Sumber: Katadata, Kompas, kkp.go.id