Belum banyak masyarakat Indonesia yang menyadari pentingnya sebuah data. Padahal itu cukup penting bagi, dan sebenarnya dekat, dengan kehidupan sehari-hari. Setidaknya itulah kesimpulan dari diskusi public discussion data awareness IndonesianYouth Conference 2017, yang tengah berlangsung di Townsquare Cilandak, Jakarta, Sabtu 16 Desember.

Robertus Theodore, Tenaga Ahli Muda, Kantor Staf Presiden –salah satu pembicara dalam sesi itu– menjelaskan data membuat aktivitas menjadi lebih efisien.

“Kalau kita juga mau ambil kebijakan yang tepat, butuh data. Karena setiap kebijakan memengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia. Jadi kita butuh data,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan pembicara lainnya, Prasetya Dwi Cahya (Data Science Indonesia), yang menilai bahkan gosip pun sebenarnya adalah data.

“Semua kita butuh data. Informasi adalah data. Gosip pun juga data, yang memengaruhi seseorang mengambil tindakan. Hanya saja gosip kita butuh verifikasi kembali,” ujarnya.

Demikian dengan Rizky Muhammad (CEO Youthmanual.com) yang menanggap data adalah hal yang tidak boleh, bahkan, tidak bisa diabaikan.

“Misalnya, makan di restaurant, cari di internet, review-nya enggak enak, kita kan nggak jadi makan. Nah itu kan data sederhana,” gambarnya.