SIARAN PERS – Bukalapak memasuki usia ke-8 sebagai marketplace terbesar di Indonesia. Mengangkat tema “Bukalapak Besar Bersama UKM Indonesia”, Bukalapak mengadakan perayaan ulang tahun sebagai bentuk syukur dan bersinergi bersama para UKM, pengguna Bukalapak, dan juga karyawan Bukalapak. Selama delapan tahun ini, Bukalapak terus berupaya untuk menaikkelaskan digital di Indonesia. Seiring dengan berkembangnya Bukalapak, para UKM pun turut bertumbuh pesar dengan peningkatan pendapatan rata-rata tiga kali lipat di tahun 2017. Bukalapak telah menjadi sebuah platform online marketplace yang terpercaya di Indonesia yang telah menghubungkan langsung para pelaku UKM dan pembelu dari Sabang sampai Merauke.

Acara HUT Bukalapak ini dihadiri oleh 1000 UKM terbaik Bukalapak, karyawan, partner, dan disiarkan langsung melalui situs Bukalapak, Facebook serta Youtube sehingga dapat dinikmati pengguna Bukalapak di seluruh Indonesia untuk turut bersuka cita. Saat ini Bukalapak memiliki 35 juta pengguna (monthly active user/MAU) di seluruh Indonesia. Artinya, 30 persen dari warganet Indonesia pernah berkunjung ke Bukalapak. Di samping itu, jumlah transaksi Bukalapak per hari mencapai 320 ribu transaksi, ini menunjukkan bahwa Bukalapak semakin dipercaya masyarakat Indonesia.

Founcer dan CEO Bukalapak, Achmad Zaky, mengatakan Bukalapak ingin menjadi aset terbaik bangsa Indonesia. “Kamu ingin menjadi pemberi pekerjaan terbanyak di Indonesia, menjadi kesejahteraan UKM di Indonesia, dan pembayar pajak terbesar di Indonesia. Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis kami, namun kami ingin juga terus tumbuh bersama para UKM di seluruh Indonesia, kami mendorong mereka untuk terus berkarya dan memproduksi kerajinan-kerajinan secara kreatif dan memasarkannya melalui marketplace dengan tujuan memperluas jangkauan pemasarannya. Karena UKM adalah tulang punggun ekonomi Indonesia. Tidak hanya itu, kamu juga selalu berupaya memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk berkarya bagi bangsa dengan memberikan konten-konten positif yang membangun seperti BukaTalks, BukaMusik, dan tentunya insiatif-inisiatif baru lainnya,” katanya.

Bukalapak didirikan oleh Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyo pada tahun 2010 dengan semangat memajukan UKM di Indonesia. Mereka memulai usaha di sebuah rumah indekos dan berupaya meyakinkan para UKM bergabung di Bukalapak satu demi satu. Seiring dengan bertambha banyaknya UKM yang tergabung di Bukalapak, Komunitas Bukalapak mulai terbentuk pada tahun 2012 sebagai wadah untuk berbagai informasi sukses berjualan online. Saat ini jumlah komunitas Bukalapak telah mencapai 80 komunitas yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan jumlah pelapak yang mencapai lebih dari 2,2 juta pelapak.

“Di usia kami kedelapan kami berharap dapat terus bertumbuh dengan semangat yang baru. Kami memandang kesuksesan sebagai sebuah rangkaian milestone atau tahapan, bukan merupakan suatu titik akhir. Alhamdulillah Bukalapak terus berkembang setiap tahun, pencapaian ini semua terlalu berkat dukungan dari seluruh penduduk Indonesia khususnya para pengguna Bukalapak serta para Pelapak, dan juga karyawan-karyawan kamu juga telah mendedikasikan waktu serta kreativitas yang luar biasa terhadap perkembangan Bukalapak,” ujarnya.

Achmad Zaky juga menambahkan bahwa dalam pertumbuhan Bukalapak hingga delapan tahun ini, Bukalapak sangat mengapresiasi talenta lokal. Mayoritas dan karyawan Bukalapak adalah talenta-talenta lokal dengan kompetisi yang sangat baik, bahkan banyak di antaranya adalah diaspora yang memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk bersama membangun bangsa di Bukalapak.

“Walau sudah delapan tahun kami seperti terlahir kembali, semangat kamu seperti start-up baru lahir,” sebutnya.