Secara sederhana pekerjaan dan profesi adalah hal berbeda. Pekerjaan adalah sebuah pekerjaan aktif yang dilakukan seseorang secara berulang-ulang tanpa harus memiliki kemampuan khusus. Sedangkan profesi hampir sama dengan pekerjaan, hanya saja membutuhkan keahlian khusus. Dokter atau wartawan, misalnya.

Profesi terakhir kini tengah banyak diminati para fresh graduate, mengingat kebebesan pers saat ini sangat terbuka dan pertumbuhan dunia media daring kian berkembang. Seperti dikutip Detik.com, Dewan Pers mencatat ada dua ribu media daring saat ini. Meski, hanya 211 media yang memenuhi standart kaidah jurnalistik. Karenanya, tantangan pertama para fresh graduate adalah memilih media yang memenuhi kaidah jurnalistik.

Tantangan selanjutnya obyektif. Menjadi wartawan dituntut menayangkan berita dengan obyektif atau dengan kata lain cover both side atau berimbang sehingga sebuah berita yang dihasilkan sahih.

Lalu bagiamana caranya untuk menghasilkan berita obyektif dan berimbang?

Jawabannya bisa kamu dapatkan di IndonesianYouth Conference 2017 x Kibar dalam workshop Jurnalisme bersama Wisnu Nugroho (Editor in Chief Kompas.com) yang akan diselenggarakan di Townsquare Cilandak, Jakarta, Sabtu, 16 Desember 2017 mendatang.

Pada workshop itu peserta akan diberi pehamahan bahwa sebuah berita merupakan cerita yang menggugah, menarik dan bermanfaat bagi konsumennya ditambah pula dengan mempertahankan obyektifitas agar konsumen berita tidak terjerumus dalam bias-bias informasi yang hanya akan membatasi ruang rasionalitas berfikir.

Selain itu, peserta juga akan diajarkan secara langsung oleh pemateri secara bertahap kisi-kisi meliput sebuah kejadian, lalu menulis ulang kejadian tersebut dan mengemasnya kembali agar dapat dikonsumsi oleh pembaca atau penonton media pemberitaan.

Bagi kamu yang penasaran dan ingin terlibat bisa langsung mengunjungi indonesianyouth.id untuk pemesanan tiket. Jangan sampai kamu kehabisan. Pantau terus update-nya di semua saluran informasi IndonesianYouth seperti situs Instagram, Facebook, ataupun Twitter.

Baca juga:

Sejak 2010 IYC telah hadir menjadi sarana bagi Anak Muda Indonesia untuk mengembangkan pengetahuannya di berbagai bidang, sebagai bekal di masa depan. Itulah sebabnya IYC tahun ini mengusun tema “Kami Masa Depan”.

Selain itu konsep yang dibentuk kali ini menghadirkan tiga diskusi besar yang terbagi menjadi tiga, Talkshow, Public Discussion, dan Workshop.

Pada sesi Talkshow atau sharing session para ahli akan berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dalam meningkatkan awareness dan pemahaman peserta terhadap isu yang dibawakan.

Kemudian pada sesi Public Discussion peserta akan terlibat pada diskusi yang lebih dalam bersama narasumber dan peserta lainnya untuk mengaktivasi perbincangan, berpikir kritis, dan aksi yang lebih jauh.

Lalu pada sesi Workshop peserta dapat belajar secara langsung, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman, serta mempraktikan hasil diskusi bersama pakar di bidangnya.