Kata “kepo” begitu familiar di telinga. Kata itu memang tidak punya makna khusus, hanya saja biasanya dimaknai dengan keingintahuan seseorang terhadap urusan orang lain yang sifatnya sangat pribadi. Ada juga yang memaknai sebagai sifat seseorang yang sangat ingin tahu tentang segala sesuatunya secara mendalam, namun tidak untuk urusan orang lain. Dan “kepo” tergolong ke dalam kata kerja. Pertanyaanya, dari manakah asal-usul kata tersebut?

Konon, “kepo” berasal dari China, dan banyak digunakan oleh masyarakat Singapura untuk mengistilahkan seseorang yang sangat ingin tahu urusan orang. Namun ada juga yang menyebut bahwa “kepo” akronim dari istilah dalam bahasa Inggris. Maka, setidaknya ada dua versi mengenai asal-usul kata “kepo“.

Versi pertama berasal dari bahasa Hokkian, kay poh (atau kaypo). Artinya pun tidak jauh berbeda seperti penjelasan di awal. Kemudian untuk versi kedua, “kepo” adalah akronim dari bahasa Inggris, yakni Knowing every Particular Object.

Bagaimana dengan bahasa Indonesianya?

Untuk bahasa Indonesianya sendiri tidak ada padanan yang tepat untuk “kepo“. Namun ada beberapa kata yang bisa mewakilinya, yakni “gapil” atau sinonim dari “usil”.

Bila merujuk pada makna pertama di awal paragraf tadi yaitu keingintahuan seseorang terhadap urusan orang lain yang sifatnya sangat pribadi, maka kata gapil adalah padanan yang cocok.

Dalam kamu bahasa Indonesia, gapil berarti: suka mencampuri (mengganggu dan sebagainya) urusan orang lain.

Hayo, sekarang kamu termasuk orang yang kepo atau gapil?

Kepo banget sih, lho!”