Indonesia diprediksi akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2020-2030 dimana jumlah angkatan kerja berusia 15-64 tahun mencapai 70 persen. Sedangkan 30 persen penduduk berusia tidak produktif yaitu usia 14 tahun ke bawah dan di atas 65 tahun. Hal ini tentunya dapat menjadi peluang sekaligus tantangan tersendiri bagi mahasiswa dan professional muda Indonesia dalam mempersiapkan diri serta menggali potensi untuk menghadapi persaingan di industri.

Berdasaran survey LinkedIn pada Hari Anak Nasional 2017, terdapat dua faktor utama anak Indonesia belum bisa mencapai cita-cita impiannya, yaitu faktor pendidikan dan networking. Walaupun terbentur oleh 2 hal ini, namun sebenarnya generasi muda Indonesia memiliki rasa ingin tahu dan keinginan yang besar untuk belajar. Hal ini terlihat dari antusiasme mereka bergabung ke dalam sebuah komunitas baik itu offline seperti Sinergi Muda dan juga online seperti LinkedIn.

Komunitas adalah miniatur dari ekosistem professional dan masyarakat yang sebenarnya dimana sebelum terjun langsung ke dunia professional dan lingkungan bermasyarakat secara luas, komunitas menjadi sarana yang tepat untuk belajar serta menggali potensi diri. Di dalam komunitas, kita bisa bertemu dengan berbagai anggota yang memiliki perbedaan latar belakang budaya dan pendidikan, mengeksplorasi diri dan mendapatkan banyak ilmu. Bukan hanya ilmu secara teoritis namun juga soft skill, karakter, dan secara tidak langsung, membangun kepercayaan diri.

Komunitas memberikan wadah bagi semua anggota untuk bisa mencoba hal baru, menemukan keunikan diri, membangun networking, bahkan melatih keberanian untuk mengasah soft skill mereka, dimana anggota yang lain akan selalu terbuka dalam memberikan masukan, arahan, serta menjadi mentor bagi yang lainnya sehingga mereka dapat menggali potensi diri. Manfaat ini tentunya bisa didapatkan juga di komunitas online seperti di LinkedIn dengan cakupannya yang lebih luas yakni di ranah global.

Selanjutnya, saat bergabung di komunitas, jangan takut untuk berkarya, menampilkan kepribadian, keunikan dan aspirasi kita sebagai anak muda. Tiga kunci utama untuk bisa sukses mengembangkan diri di dalam sebuah komunitas adalah:

  • Integrity: memiiliki keseriusan dan integritas mengelola tanggung jawab di komunitas.
  • Attitude: menunjukkan perilaku baik dan mendukung kepada sesama anggota komunitas.
  • Knowledge: aktif mengeksplorasi ide serta pengetahuan baru di industri dan yang berkaitan dengan perkembangan komunitas.

Ketiga hal tersebutlah yang harus kita komunikasikan dalam membangun brand diri kita sehingga dapat terhubung dengan berbagai kesempatan.