Ulasan hasil kegiatan IndonesianYouth Conference 2017 masih berlanjut. Seperti tulisan sebelumnya yang membahas start-up, kini giliran marketing dan ekonomi kreatif dengan topik “Menciptakan Nilai Tambah Karya Bersama”. Dalam sesi ini hadir pembicara yang sama kerennya, seperti Ketut Yoga Yudistira (KokBisa Channel), Vania Santoso (Co-founder heySTARTIC), Yohanes Raymond (Designer, TATARUPA) dengan pembahasan seputar produk dan kemasan.

Berdasarkan sesi ini, bisa ditarik kesimpulan bila sebuah produk tanpa kemasan yang baik menjadikannya hanya produk biasa. Namun jika dikemas dengan menarik bisa menciptakan nilai tambah.

Seperti diceritakan Desainer Yohanes Raymond, di mana dirinya pernah membantu di Tatarupa –sebuah program kerja sama antara Kreavi dan Pemerintah Kota Surabaya dan memberikan program untuk memfasilitasi UMKM untuk branding dan desain. Ia membantu bagaimana membuat kemasan produk yang baik dan menarik.

“Contohnya ya seperti ini (menunjukkan Roti Maryam), ini buatan ibu-ibu di Surabaya, awalnya mereka kebingungan bagaimana cara membuatnya. Lalu saya bantu untuk membuat desain kemasan, hingga akhirnya seperti ini, dibikin versi regular dan premium, beda di packagingnya, karena untuk versi premium packagingnya adalah yang gampang buat take away,” katanya.

Yohannes juga menyampaikan, membuat kemasan baik dari sebuah produk bukanlah sesuatu yang bisa membuat konsumen loyal. Melainkan hanya untuk menarik konsumen.

“Menurut saya packaging yang baik itu hanya bertujuan untuk menarik konsumen, tapi tidak menjamin konsumen itu loyal. Kalau kasus ibu ini, packaging yang bagus bisa mendorong produk beliau untuk ikut pameran-pameran, dan tidak menutup kemungkinan kalau produk ini masuk ke supermarket,” terangnya.

“Selain itu karena menyesuaikan perubahan zaman, kualitas produk juga diperhatikan,” sambungnya.

Mengenai kualitas produk juga diamini oleh Ketut. Menurutnya, kualitas adalah bagian terpenting dari sebuah produk sekaligus menjaga konsistensi produksi jangka panjang.

“Percuma kalau kita punya produk yang luarnya bagus kalau dalamnya enggak ada kualitas. Nah, pentingnya biar bisa long term adalah konsistensinya ini, bagaimana sih biar orang tahu value kita dulu, lalu harus di-deliver biar bisa membedakan produk kita dengan orang lain,” ujarnya.