Salah satu film yang masuk nominasi dalam ajang penghargaan perfilman Oscar dan wajib ditonton oleh generasi muda adalah Lady Bird. Film drama komedi ini menyajikan kisah remaja putri yang cukup relatable dengan kehidupan remaja kebanyakan.

Lady Bird menyajikan kisah seorang gadis Christine McPherson (Saoirse Ronan) dalam menjalani hidupnya di Sacramento, California. “Lady Bird” adalah panggilan Christine yang diberi oleh dirinya sendiri. Ikatan antara Christine dan ibunya (Laurie Metcalf) disajikan dengan cukup apik dan realistis dengan kehidupan anak muda zaman sekarang. Christine sering berkelahi dan melawan karena memiliki sifat yang serupa dengan ibunya, berpendirian dan berkemauan keras.

Mengambil latar tahun 2002, di mane ekonomi Amerika sedang memburuk, film Lady Bird juga menyorot perjuangan ibu Christine, seorang perawat yang bekerja tanpa lelah untuk menjaga agar keluarganya tetap bertahan setelah ayah Christine (Tracy Letts) kehilangan pekerjaannya.

Layaknya remaja lain, yang selalu menginginkan hal baru, Christine mencoba beradu akting bersama teman baiknya Julie Steffans (Beanie Feldsrein) hingga berkencan dengan seorang laki-laki bernama Danny O’Neill (Lucas Hedges). Pertemanan Christine juga teruji saat Christine jatuh hati kepada seorang pemain band, Kyle Scheible (Timothee Chalamet). Terbutakan oleh cinta dan status, Christine mulai melupakan teman lamanya dan menjalin persahabatan dengan seorang anak populer bernama Jenna Walton (Odeya Rush) yang sama terkenalnya dengan Kyle.

Pertemanan dengan Jenna membuat Christine harus berpura-pura menjadi orang kaya dan tinggal di rumah besar. Hingga akhirnya, saat prom Christine menyadari bahwa Jenna dan Kyle memperlakukannya dengan buruk dan memutuskan kembali kepada sahabat lamanya, Julie.

Selain percintaan dan sosial, persoalan anak SMA lainnya adalah pendidikan. Christine galau dengan tujuannya untuk meneruskan jenjang pendidikan. Christine benci hidup di Sacramento dan bercita-cita untuk meneruskan jenjang kuliah di kota New York. Ia berusaha mencari beasiswa dan memperbaiki nilainya yang buruk. Christine sangat bahagia masuk dalam daftar tunggu salah satu sekolah di New York, namun hal ini tidak didukung oleh ibunya.

Saat mengetahui Christine mendaftar tanpa sepengetahuannya, Ibu Christine berhenti bicara pada Christine sampai ia berangkat ke New York untuk meneruskan studinya. Air mata jatuh saat Christine membaca surat yang menyentuh hati dari ibunya yang diletakkan di salah satu resleting koper oleh ayah Christine. Hingga suatu ketika Christine terbangun dari rumah sakit dan mencoba untuk menelpon ke rumah. Film ini usai setelah Christine mengakui betapa besar ia mencintai ibunya.

Banyak pelajaran yang dapat diambil dari film karya Greta Gerwig ini. Lady Bird membuat kita sadar bahwa hubungan yang kita jalin akan membentuk kepribadian kita dan suatu keyakinan yang kita pegang teguh akan menentukan masa depan kita. Selain itu, seberapa jauh dan lama kita pergi, rumah dan keluarga adalah tempat kita akan kembali dan tak tertandingi kenyamanannya.

Jadi, buat kamu yang penasaran, tunggu apa lagi? Ayo nonton Lady Bird!


Tulisan di atas merupakan opini penulis. IndonesianYouth.org tidak bertanggung jawab atas isi tulisan tersebut. Penulis bisa dihubungi di [email protected]

Kanal Opini merupakan wadah tulisan-tulisan Anak Muda di Indonesia yang ingin menuangkan sekaligus turut berbagi tentang fenomena atau isu di sekitarnya. Bergabunglah dengan kontributor IndonesiaYouth.org sekarang juga!