Siapa yang nggak kenal Rachel Vennya, selebgram sukses dengan relationship goalsnya dengan Okin dengan gaya fashionable-nya yang selalu menggunakan barang-barang branded? Siapa juga yang nggak kenal Arief Muhammad yang dulu kita kenal dengan @poconggg di Twitter dengan hobby travelling-nya yang diunggah di Youtube? Apalagi Keenan Pearce yang menjadi salah satu orang berpengaruh versi Influence Asia 2017 karena dinilai opininya dapat membuat dunia menjadi lebih baik. Para Influencers pasti sudah tidak asing di telinga kita.

Paul Lazarfield (1940) ketika melakukan penelitian pengaruh media massa (radio) terhadap keputusan memilih presiden menemukan bahwa seseorang tidak langsung menerima dan percaya apa yang disampaikan media massa, tetapi mereka menerima percaya informasi tersebut ketika disampaikan oleh orang yang mereka percaya. Orang-orang itulah yang kemudian dikenal sebagai opinion leader.

Since social media has been our important thing, dan menciptakan berbagai tantangan baru, para influencers ini lebih banyak menggunakan media sosial. Media yang dipercaya bikin semua orang terhubung dengan lebih personal dengan orang lain dengan menjangkau all over the world without any boundaries. Everyone is connected each other realtime without any distance, dan membuat para influencers langsung terkoneksi dengan pengikutnya.

Berdasarkan survei mandiri di atas terbukti bahwa para influencers mempunyai peran penting dan cukup memengaruhi, terutama bagi para remaja yang setiap hari selalu mengakses media sosial. Namun, sayangnya masih banyak influencer yang secara tidak sadar menyebarkan pengaruh westernisasi atau kebarat-baratan berkat gaya hidup mereka yang kebanyakan merupakan tergolong ‘kelas atas’.

Pasti sering banget kita liat pengguna media sosial terutama remaja yang unggah foto menggunakan pakaian-pakaian seksi, cenderung konsumtif, belanja barang-barang bermerek dari luar negri, expose foto-foto atau video bersama pacar yang cenderung vulgar, jalan-jalan ke kafe atau restaurant mahal hanya demi feeds Instagram agar mengangkat eksistensi kita di media sosial tanpa adanya makna positif.

Sebagai generasi penerus bangsa kita nggak boleh mentah-mentah terima apa yang ada di media sosial, believe it or not, ngga akan ada abisnya!

How to deal with it:

Look for new angle

Cari sesuatu yang baru, nggak semua budaya barat bisa selalu kita telen mentah-mentah. Be unique with your own way dengan tidak melupakan identitas anak bangsa. Kemas sebuah tren dengan sesuatu yang unik dan menyebarkan positive vibes.

Surround your life with positive people!

Percaya deh punya temen-temen yang positif bikin hidup kamu positif juga. Karena lingkungan itu memengaruhi banget loh guys, karena kita kan lebih sering ngabisin waktu sama teman, kalau teman-teman kamu hobinya ngikutin gaya-gaya influencer yang idenya aneh-aneh, hati-hati cepat atau lambat bisa terpengaruh sama kehidupan kita juga!

Stop forcing yourself to be famous

Berhenti unggah foto atau video demi nunjang eksistensi. Buat sukses nggak harus terkenal! Masih banyak cara lain. Emang sih, influencer-influencer ini menghasilkan uang karena media sosial mereka, tapi percaya deh, tanpa mikirin gimana caranya eksis di media sosial dan fokus sama goals kamu, pasti bakal eksis dengan sendirinya!

Banyakin kegiatan positif di luar media sosial

Balik lagi ke poin 3, nggak harus semua dilakuin di media sosial. Masih banyak kegiatan positif lainnya yang bisa dilakuin di kehidupan nyata. Seperti mengikuti kegiatan organisasi di sekolah atau kampus, bermain musik, dan lain-lain. Let the world looking for you itself!

Cari ‘the real’ role model

From now on, you must be selective! Ikuti influencers di media sosial yang bisa menyebarkan postive vibes dan membuat kamu lebih baik. Banyak kok influencers yang positif juga seperti @Najwashihab, @AriefMuhammad, @Radityadika, @Keenanpearce dan masih banyak lagi! Dan mulailah jadi generasi muda yang bermakna!


Tulisan di atas merupakan opini penulis. IndonesianYouth.org tidak bertanggung jawab atas isi tulisan tersebut. Penulis bisa dihubungi di [email protected]

Kanal Opini merupakan wadah tulisan-tulisan Anak Muda di Indonesia yang ingin menuangkan sekaligus turut berbagi tentang fenomena atau isu di sekitarnya. Bergabunglah dengan kontributor IndonesiaYouth.org sekarang juga!