Sebab, pendidikan adalah hal fundamental bagi setiap manusia. Karenanya, pendidikan tak boleh tertinggal seiring berkembangnya teknologi dan informasi. Hal itulah yang turut disadari Mekaputra Yudahandika lewat projeknya bernama Smart School.

Projek Mekaputra ini berupa aplikasi yang bertujuan memudahkan sekolah memeriksa kehadiran siswa dan guru, dan telah di terapkan di SMAN 2 Cimahi, Jawa Barat.

“Sistem aplikasi ini dibuat berbentuk kartu seperti alat tapping, memudahkan untuk absensi guru dan murid,” katanya dalam kegiatan IndonesianYouth Conference 2017, di Townsquare Cilandak, Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Untuk membuat aplikasi ini, Mekaputra menerapkan Design Thinking 101 oleh Nielsen Norman, yang menurutnya bisa diterapkan secara bertahap: Empathize, Define, Idiate, Prototype, Test, dan Implementation.

“Untuk Empathize, melakukan riset dan mengerti kebutuhan user. Kemudian Define dengan cara mengkombinasikan riset yang kita lakukan dengan kebutuhan atau masalah user. Idiate carilah sebuah ide yang gila dan kreatif. Prototype buatlah sebuah design sementara dari produk yang kalian riset., dan Test dilakukan dengan uji coba terhadap produk tersebut,” sebutnya.

Ia juga mengatakan pentingnya membuat program secara terstruktur sehingga bermanfaat bagi orang sekitar.