Pemahanam mengenai sejarah sangatlah penting bagi generasi muda. Sebab melalui sejarah kita mengenal masa lalu dan membentuk masa depan. Dengan belajar dari sejarah maka kita mampu menciptakan sesuatu yang inovatif mengikuti alur perkembangan terkini.

Sejarawan Asep Kambali mengatakan pentingnya pengetahuan akan sejarah bagi generasi muda. Menurutnya sejarah itu adalah sumber pengetahuan yang tidak ternilai, karena banyak hal bisa pelajari dari sejarah.

“No History, no future,” katanya saat workshop sejarah dalam kegiatan IndonesianYouth Conference 2017, di Townsquare Cilandak, Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Asep menuturkan, mengingat kembali sejarah merupakan sebuah bentuk penghargaan kepada perjuangan para pahlawan. Di sana ia juga memperlihatkan sebuah museum yang menurutnya kondisinya memprihatinkan. Museum itu bernama Museum Samparaja yang menyimpan naskah asli kerajaan Bima.

Jika dibandingkan dengan museum yang ada di Jakarta, Asep melanjutkan, kondisinya sangat tidak terawat. Padahal museum itu menyimpan nilai sejarah yang sangat tak ternilai.

“Kalau museum ini hancur maka hilanglah sejarah kerajaan Bima,” begitu menurutnya.

Ia juga menilai, kokohnya sebuah negara terlihat dari bagaimana bangsa tersebut melestarikan sejarah dan budayanya.

“Menghancurkan satu kebudayaan berarti menghilangkan satu bangsa dalam sejarah umat manusia di masa silam,” ujarnya.

Dalam workshop ini ini juga para peserta diminta untuk membentuk kelompok dan kemudian menerapkan proses design thinking dan pengaplikasiannya pada sejarah.

Setelah itu perwakilan dari masing-masing kelompok diminta untuk mempresentasikan design thinking masing-masing kelompok di hadapan peserta lain. Tiap kelompok mendapatkan komentar positif dari pembicara.