Hai anak muda, kamu saat ini punya ide dan tertarik membangun start-up? Atau mungkin sudah memiliki start-up saat ini? Nah, baru-baru ini IndonesianYouth Conference 2017 mengadakan seminar tentang “Start-up dan Community Development”, di Townsquare Cilandak, Jakarta, Sabtu (16/12/2017). Di sana, peserta diberikan bekal bagaimana membangun sebuah start-up.

Bersama Leonika Sari (CEO Reblood), Eugenie Patricia (Co-founder Puyo Kreasi Indonesia), dan Dea Salsabila (CEO UrFarm) sesi itu memaparkan, perlu adanya entrepreneur mindset yang fokus dalam membangun kestabilan, kelanjutan, dan manfaat organisasi agar start-up yang dibangun berjalan dengan baik.

“Problem itu selalu ada, dan akan selalu terus-menerus ada. Cara aku untuk membuat bisnis aku agar tetap sustainable dengan memperhatikan tiga faktor: kualitas produk, branding dan marketing, dan harus belajar dari hal apapun dan siapapun, contohnya baca buku,” kata Leonika.

Selain itu, ada hal yang sama pentingnya untuk diperhatikan dalam membangun sebuah start-up, yakni memberikan manfaat untuk lingkungan, komunitas, bahkan masyarakat luas.

Seperti Leonika, dengan berlatar belakang teknologi informasi (TI) dia membangun start-up berbasis aplikasi yang menyediakan berbagai informasi tentang donor darah bernama Reblood.

“Aku lihat kondisi dan situasi permasalahan orang yang membutuhkan donor darah, mereka banyak yang mau donor tetapi tidak tau akses untuk melakukannya, seperti bagaimana caranya,persyarataannya apa saja,kepada siapa akan melakukan donor darah,” ujar perempuan yang akrab disapa Leo itu.

Cerita senada juga dikisahkan Eugenie. Bersama bisnisnya Puyo, ia sudah dua kali membuat campaign charity, yaitu Puyo Peduli Penyu dan Puyo Vidi Peduli anak Indonesia dengan Taman Bacaan Pelangi di Flores, sekaligus membantu merenovasi dua perpustakaan demi meningkatkan minat baca untuk masyarakatnya.

“Di awal puyo berdiri, aku punya pegangan dan komitmen, sekecil-kecilnya puyo ataupun besar nanti kayak Unilever, sebisa mungkin puyo berbagi profit dan manfaat untuk Indonesia,” ungkapnya.

“Sebisa mungkin Puyo harus berdampak baik untuk Indonesia, berbagi kebahagiaan dengan didasarkan niat dan tujuan baik mulai dari hal yang kecil sampai yang terbesar,” sambungnya.

Demikian juga dengan Dea Salsabila UrFarm-nya yang ingin memberi pemasukan adil kepada petani kecil sekaligus harga terjangkau untuk konsumen.

Dia juga menjelaskan alasannya memilih fokus ke organik. Sebab, katanya, dia melihat sayur dan buah organik memberikan banyak keuntungan, baik untuk tanah, lingkungan, dan siapapun yang mengonsumsinya.

“Aku ingin berkontribusi untuk negeri dengan usaha UrFarm Social Bussines yang aku bangun. Aku ingin memberdayakan petani Indonesia untuk menyalurkan hasil produk-produk pertanian yang dihasilkan dari petani lokal ataupun UKM-UKM hijau,” tuturnya.