Periode bertemu keluarga saat lebaran, bagi sebagian orang, adalah periode konferensi pers yang tak berakhir. Berbagai pertanyaan dari “bagaimana kuliahmu?” hingga “kapan menikah?” terlempar, meskipun yang ditanyakan belum atau sudah tidak kuliah, maupun belum mencapai usia menikah.

Menurut UU Perkawinan , UU no. 1 tahun 1974, usia minimal untuk menikah adalah 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki. Batas umur tersebut kini telah dituntut karena dianggap berisiko secara sosial dan medis, namun, tuntutan tersebut ditolak oleh Mahkamah Konstitusi.

Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), usia menikah yang ideal adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. “Sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, usia kurang dari 18 tahun masih tergolong anak-anak,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim Sukaryo Teguh Santoso.

Selain itu, ia menyebut bahwa usia ideal yang matang secara biologis dan psikologis adalah 20-25 tahun bagi perempuan dan 25-30 bagi pria. Pada usia tersebut, pasangan diharapkan sudah memiliki persiapan yang matang, serta sudah dewasa dalam berpikir.

Sedangkan, menurut buku Algorithms to Live By karya Brian Christian, seorang penyair dan penulis, dan Tom Griffiths, Profesor Psikologi dan Ilmu Kognitif di University of California Berkeley, usia ideal untuk menikah adalah 26 tahun.

Angka ini didapatkan dari sebuah teori bernama The 37% Rule. Selain itu, untuk mendapat angka ini, diasumsikan bahwa umur mencari pasangan biasanya adalah antara 18 dan 40 tahun, yaitu selama 22 tahun.

Begini cara menghitungnya:

umur mulai mencari jodoh + 0.37 * (jangka waktu mencari jodoh, dalam tahun)

Jika masa mencari jodoh adalah 18 hingga 40 tahun, maka:

18 + 0.37 * (40-18) = 26.14 tahun.

Kita bulatkan saja jadi 26 tahun.

Jika kamu ingin mendapat hasil kalkulasi yang super akurat, gantilah 0.37 dengan 1/e, karena angka 37 persen didapatkan dari hasil pembulatan 1/e.

Menurut Ana Swanson dalam artikelnya di Washington Post, aturan 37 persen tentu tidak memiliki tingkat keberhasilan seratus persen, karena hidup memang begitu. Namun, dengan aturan ini, tingkat keberhasilan diperkirakan akan lebih tinggi.

Maka, jika lain kali kamu ditanya kapan menikah, tunjukkan kalkulasi ini.