Bank Indonesia pada 19 Desember 2016 mengumumkan desain-desain baru mata mata uang Rupiah. Seperti biasa, desain uang berisi pahlawan nasional dan berbagai bagian budaya Indonesia.

Menarik bagi saya adalah hal yang benar-benar baru pada desain uang Rp 10 ribu. Pada uang kertas ini, terpampang portret Frans Kaisiepo, pahlawan nasional kelahiran Biak, Papua, di satu sisi dan penari Pakarena dari Sulawesi Selatan di sisi sebaliknya
.
Meskipun menjadi bagian penting perjuangan Indonesia di Papua, dia tak terlalu dikenal luas. Ada desain perangko, bandar udara, dan kapal perang didedikasikan untuknya. Namun berada di uang yang dipakai secara luas merupakan hal lebih besar. Dia setidaknya akan dikenal lebih baik oleh masyarakat.

Menurut Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, penampilan wajah-wajah baru di uang nasional penting agar masyarakat lebih mengenal pahlawan tersebut. “Apalagi ini kan bervariasi, ada yang dari Papua, Sulawesi, Aceh, Jawa Timur, ini sangat bagus. Pahlawan-pahlawan ini perlu diperkenalkan kepada masyarakat melalui uang ini,” ujarnya.

Lebih dalam dari itu, representasi Frans Kaisiepo penting untuk menghancurkan stigma-stigma negatif terhadap orang Papua.

“Jika kamu tidak melihatnya di televisi, dan kamu tidak hidup di sekitar orang-orang seperti saya, kamu tidak akan tahu siapa kami, dan kamu bisa membuat serta menjadi rentan terhadap berbagai prasangka, stereotip dan bias. Jadi sangatlah penting bagi dunia untuk melihat berbagai citra satu sama lain, supaya kita bisa mengembangkan empati dan pengertian,” kata Michelle Obama, dalam wawancara dengan Variety tentang budaya pop. Dalam konteksnya, Michelle berbicara tentang warga kulit hitam Amerika Serikat. Pernyataan ini bisa juga kita terapkan di Indonesia.
Representasi ini sebaiknya juga dilihat sebagai bagian dari gerakan yang lebih besar, yaitu meningkatkan inklusivitas bagi seluruh warga Indonesia. Dengan inklusivitas, kita bisa lebih memahami berbagai golongan, dan dengan itu meningkatkan perdamaian dan persatuan.