Hidup, ternyata tidak sesederhana itu.

Hidup, seringkali tak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan.

Hidup, lagi-lagi tak semudah melafalkan “yeah, I love my life so you should love your life as much as I do” dengan lantang.

Hidup, memang benar-benar membutuhkan effort yang sangat besar. Yang akan menguji kesiapanmu, kesabaranmu, keberanianmu, dan keseluruhan dari diri kamu.

Yes, fase hidup yang seperti ini memang mulai mendatangi anak muda. Ketika pilihan menjadi dewasa adalah dilema, karena masa kanak-kanak adalah kerinduan yang luar biasa.

Lalu, pernahkah kamu merasa seperti ada di titik terendah hidupmu? Ketika semua yang terjadi tak ayalnya membuatmu merasa bahwa itu adalah repetisi atau pengulangan yang benar-benar menjemukan. Bukan sekedar kebosanan, tapi hingga kamu tiada gairah untuk hidup; semua serba segan dan kamu mulai sering melamun. Dan juga ketika hal-hal buruk secara berulang dan bergantian menghampiri, seakan merenggut hidup bahagiamu, tanpa jeda canda, tanpa sedikit mampir rasa bahagia. Sehingga yang kamu elu-elukan hanyalah datangnya secercah cahaya yang bisa mengembalikanmu pada hidupmu yang lama.

Little did we know that fate has a way of changing just when we didn’t want it to.

Lalu, kamu mulai bertanya, bercerita kesana kemari, ke orang-orang yang kamu harapkan bisa membantumu (bahkan yang sebelumnya berjanji akan selalu ada untukmu) menyudahi rentetan mimpi buruk ini, setidaknya membuatmu merasa lega. Namun, nyatanya mereka lagi-lagi menganggap titik terendahmu ini hanyalah keluhan tak bersyukur, seperti keluhan citizen akan panas terik matahari di Jakarta siang hari dan juga gumaman sebal ketika hujan yang tiba-tiba mengguyur deras saat ingin keluar dari rumah untuk beraktifitas.

Teman-teman, yang mesti kamu pahami dan kamu ingat, titik terendah bukanlah titik terakhir. Dan yang mesti kamu lakukan bukanlah menunggu datangnya keajaiban yang bisa mengubah seluruh hidupmu. Tapi kamu harus bangkit, berjuang untuk menemukan dan meraih titik tertinggi dalam hidupmu. Kamu lagi-lagi harus belajar mengenal dirimu dan titik bangkitmu sendiri. Dan, jangan hanya menjadi dirimu sendiri, jadilah selalu versi terbaik dirimu. Jangan bergantung kepada siapapun kecuali diri kamu sendiri, karena kamulah satu-satunya yang bisa membawa dirimu kembali dari titik terendahmu itu. Selain itu, kamu juga mesti belajar memahami, ada beberapa hal dalam hidup yang tidak bisa dipaksakan; bagaimana pun kerasnya upaya yang kamu lakukan. Karena yang terjadi, hidup kerap berjalan; berpindah-pindah, bergeser, maju, atau bahkan mundur. Maka itu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan ketika kamu sedang dalam titik terendah hidupmu.

1. Ubah mindset-mu.

Dari berbagai macam kejadian tak menyenangkan yang telah kamu lewati atau trauma yang kamu alami, kamu harus benar-benar butuh niat dan berani untuk bangkit. Memang sangat sulit pada awalnya. Tapi kamu pasti bisa melakukan ini! Evaluasi perjalanan hidupmu selama ini dan temuilah orang-orang baru, lalu kamu bisa belajar untuk mengubah mindset-mu, juga cara pandangmu. Kamu tidak bisa memikirkan atau melakukan hal yang sama, kemudian berharap ada perubahan yang signifikan dalam hidupmu. Dan ingat, hanya kamu yang memiliki kekuatan untuk mengubah mindset-mu sendiri. Selain itu, kamu bisa kok break sebentar dari lingkungan sekitarmu atau teman-temanmu dan menghabiskan waktumu sendirian jika kamu masih trauma bertemu dengan orang baru. Yang kamu butuhkan adalah sedikit “me time”. Sebagai saran lainnya, kamu bisa menonton beberapa judul film. Melihat dunia lain dalam kisah fiksi akan sedikit mengubah cara pandangmu juga, dan semoga kamu bisa mendapatkan produktivitas terbesarmu nantinya.

2. Upgrade kebiasaanmu dengan hal-hal simple.

Kamu harus bersedia untuk berubah. Misal, akhir-akhir ini kamu sering meratapi hidupmu, maka kamu harus mulai stop kebiasaan itu. Kamu boleh menangis, tapi enggak terus-terusan ya. Kamu bisa meng-upgrade kebiasaanmu misal dengan bangun lebih pagi dari biasanya, juga mulailah mengkonsumsi makanan-makanan sehat. Atau setidaknya, satu batang cokelat maupun es krim perhari bisa memperbaiki mood-mu!

3. Positive thought in the morning.

Yas, mungkin memang sudah beberapa kali kamu terbangun di pagi hari dan kecewa berat karena ternyata tak ada yang berubah. Dunia masih tetap menyebalkan, dan hidupmu masih tetap menyedihkan. Maka itu, ketika kamu membuka matamu di pagi hari, cobalah langsung berpikir positif bahwa hal-hal bahagia dan menyenangkan akan terjadi. Ini benar-benar akan bisa mengubah seluruh harimu. Jangan mengira-ngira harimu akan berjalan dengan baik, tapi kamu harus tau dan yakin sepenuh hati bahwa harimu memang akan berjalan dengan baik.

4. Memaafkan diri sendiri.

Langkah terakhir yang mesti kamu lakukan adalah melepaskan dan menghilangkan segala perasaan tidak baikmu. Penyesalan, amarah dan sedih yang tiada ujungnya, itu satu-satunya cara yang bisa kamu lakukan agar bisa memaafkan diri kamu sendiri dan mulai mencintai dirimu kembali.