Ada yang menarik dari debat terbuka pertama Pasangan Calon (Paslon) Pilkada 2017 yang digelar Komisi Pemulihan Umum (KPU) DKI Jakarta, di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/01/2017). Kalau biasanya para pemirsa di rumah tertarik karena program-program yang dijabarkan oleh Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub), kali ini penonton -juga netizen- ‘terpikat’ oleh sang moderator.

Dwi Noviratri Koesno atau lebih dikenal Ira Koesno merupakan mantan penyiar program berita Liputan 6 SCTV. Ira dikenal sebagai jurnalis senior dengan pertanyaan-pertanyaan yang berani dan tajam.

Wanita kelahiran 30 November 1969 ini pernah mewancarai mantan Menteri Lingkungan Hidup, Sarwono Kusumaatmadja, era Presiden Soeharto. Dalam wawancara tersebut Ira sempat membahas soal usulan Harmoko mengenai reshuffle kabinet, di mana menjadi hal yang cukup berani ketika itu.

Menjadi penyiar atau moderator dalam debat terbuka bukan hal baru bagi Ira. Sebelumnya, peraih gelar Master of Arts bidang film dan produksi televisi (2000) dan Master of Arts bidang jurnalistik internasional (2001) ini pernah menjadi penyiar debat terbuka pemilihan presiden 2004, sekaligus menjadi karier terakhir Ira di dunia pertelevisian.

Usai mundur dari dunia pertelevisian, Ira  mendirikan Ira Koesno Communication (IKComm) di Jakarta. Perusahaan ini membawahi event organizer, production house, dan on line digital, serta bekerjasama dengan Institut Teknologi Komunikasi dan Pemasaran (ITKP) menggelar program khusus Presenter Berita.