Aktif berkegiatan di sekolah, kantor, atau suatu organisasi pasti membuat kita dicap sebagai orang sibuk. Sayangnya, seringkali kita punya kebiasaan buruk, yakni menunda-nunda pekerjaan sehingga banyak prioritas terbengkalai. Tidak heran, banyak deadline meleset dan goal tidak tercapai.

Kalau tidak ingin dibilang lalai dan tidak bertanggung jawab, yuk ikuti 10 cara berikut ini supaya bisa menaklukkan deadline, meski kita super sibuk.

Buatlah daftar prioritas apa yang harus kita selesaikan

Membuat timeline adalah salah satu bagian yang menantang dalam menyelesaikan pekerjaan. Namun, hal ini dijamin berguna supaya kita mampu menentukan prioritas perihal mana tugas yang harus diselesaikan lebih dulu, mana yang bisa dikerjakan nanti.

Tentukan kapan kita mau menyelesaikan deadline

Setelah bertanya, “Pekerjaan atau tugas apa yang harus kita selesaikan?” saatnya menentukan “Kapan kita ingin menyelesaikan perkerjaan kita?” Hal ini bisa membantu kita untuk melakukan time management dengan lebih baik. Kalau tidak menentukan kapan tenggat waktu akan menyelesaikan pekerjaan kita, kita tidak akan merasa termotivasi untuk menuntaskannya.

Beri jarak waktu dua hari sebelum deadline

Dua hari sebelum deadline ini berguna supaya kita masih bisa mengubah, memperbaiki, atau membetulkan pekerjaan kita. Jika tidak ada yang ingin diubah, itu berarti kita bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum deadline. Yup, saatnya mengerjakan deadline selanjutnya!

Jangan terlalu memaksakan diri

Punya serentetan tugas dengan deadline bertubi-tubi pasti rasanya memusingkan. Namun, kita tidak perlu terlalu memaksakan diri untuk mengerjakan semua itu dalam satu hari. Lebih baik buat tenggat per minggu supaya kita masih bisa bersantai dan menikmati me-time.

Contoh: PR Matematika dan tugas membuat mading dikumpulkan Senin depan. Ketimbang harus mengerjakan dua-duanya di hari Minggu alias H-1 deadline, lebih baik mencicilnya dari sekarang. Misal, PR Matematika diselesaikan hari Rabu dan tugas Mading pada hari Jumat. Di luar hari itu, kita bisa melakukan hal-hal bermanfaat lainnya yang kita suka.

Stop menunda-nunda pekerjaan

Tidak ada yang sulit dalam menyelesaikan suatu tugas kalau kita berani memulai sesuatu. Katakan pada diri sendiri bahwa kita pasti bisa menuntaskannya. Kalau bisa menyelesaikan kewajiban kita hari ini juga, mengapa harus menunggu hingga esok hari datang? Waktu itu harganya mahal, lho.

Jangan takut untuk membagi tugas

Orang-orang yang sulit percaya pada orang lain, biasanya akan mengerjakan tugas kelompok sendirian. Well, ini saatnya kita belajar untuk bekerja sama bersama orang lain dan kita tidak boleh takut untuk saling berbagi tugas. Caranya, pilihlah orang yang tepat untuk mengerjakan hal tersebut, bagilah tugas secara merata, dan komunikasikan apa yang perlu kalian kerjakan. Kita juga bisa saling mengingatkan teman apakah mereka sudah menyelesaikan tanggung jawab mereka atau belum. Jika tugas tersebut sudah selesai: Good job! Jangan lupa saling mengapresiasi kerja keras yang sudah dilakukan.

Jangan takut bertanya bila belum paham

Tidak selamanya kita dituntut untuk bekerja sendirian. Seringnya, kita harus bekerja secara tim, bergabung bersama orang-orang baru, dan mengerjakan tugas yang belum pernah dikerjakan sebelumnya.

Supaya kita bisa menjadi anggota tim yang bernilai, jangan malu bertanya atau kita akan tersesat di tengah jalan. Bila belum paham, tanyakan detail lebih lanjut mengenai tanggung jawab yang diberikan pada kita. Ketahuilah juga target apa yang ingin dicapai. Setelah itu, ulangi apa yang diutarakan ketua kelompok atau tim guna memastikan bahwa apa yang kita pahami memang merupakan apa yang mereka maksud.

Bekerjalah di jam-jam produktif

Hanya kita yang tahu kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya istirahat, sebab setiap orang memiliki jam produktif yang berbeda-beda. Hal yang perlu diingat saat kita sedang bekerja di jam-jam produktif adalah coba sebisa mungkin untuk menjauhkan diri dari segala gangguan, seperti gadget, TV, camilan, dan media sosial. Bekerjalah dengan fokus dan apabila sudah selesai nanti, hadiahi diri sendiri dengan sesuatu yang kita suka. Tidur, contohnya.

Motivasi diri kita setiap hari

Katakan “Kita siap dan kita pasti bisa!” sebelum mengerjakan tugas-tugas yang diemban. Motivasi diri kita dan ingat kembali apa konsekuensi yang akan kita dapat jika target tidak tercapai. Oh ya, tidak ada salahnya juga meminta teman untuk mengingatkan kita akan deadline yang harus dikejar. Setidaknya, di saat kita tidak bisa membuat diri sendiri bersemangat, selalu ada teman yang bisa mendukung kita.

Belajar dari kesalahan

Sudah melakukan kesembilan cara di atas, tapi deadline masih saja terlewat? Oke, kita butuh mengevaluasi kinerja kita selama ini. Apa yang membuat kita tidak fokus? Apa yang membuat kita tidak bisa menepati deadline? Mengapa tidak ada kepuasan diri setelah mengerjakan tugas dengan maksimal dan berhasil memenuhi deadline?

Ingat, deadline adalah motivasi, bukan paksaan. Deadline bisa mendorong kita untuk meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan sesuatu, sembari mendorong kita untuk lebih bisa mengatur waktu. So, ayo tuntaskan segera pekerjaanmu, jangan biarkan deadline mematahkan semangatmu!