Hey teman-teman se-Indonesia! Saya akan menyampaikan aspirasi saya kembali, yang kedua kalinya. Aspirasi saya sebelumnya adalah bertemakan budaya, yaitu, “Let’s Save Our Culture!“. Dan sekarang, saya ingin menyampaikan aspirasi saya tentang menghargai dan sopan santun.

Saya sering berpikir, banyak sekali remaja-remaja seumuran saya, ataupun anak-anak yang sudah bisa dibilang pra-remaja, tidak tahu apa artinya menghargai, dan sopan santun terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Pernah nggak, kalian memikirkan orang-orang yang membantu di rumah? Sebut saja ‘Mbak’ dan ‘Pak Supir’. Tau nggak rasa lelah mereka? Yang setiap hari cuci baju kita, masak buat kita, bereskan rumah, yang mengantar kita kemana-mana, ke sekolah, ke tempat les, ke tempat hangout.

Mereka bisa dibilang adalah “pahlawan tanpa tanda jasa”. Saya yakin, uang yang diberikan oleh orang tua untuk mereka, tidak sebanding dengan pekerjaan yang melibatkan fisik.

Mengapa tidak kalian membantu Mbak dan Pak Supir? Nggak perlu membantu fisik secara langsung, mau tahu? Mengatakan kata “MAAF”, “tolong”, dan “terima kasih”, itu sudah lebih dari cukup.

“Mbak, bawain bajuku yang putih ke kamarku dong!!”
“Mbak, tolong bawain bajuku yang putih ke kamar ya, makasih..”
Coba, lebih enak yang mana untuk didengar? Yang kedua kan?

Sopan bukan hanya kepada orang tua, guru, tapi juga kepada orang-orang yang membantu kegiatan sehari-hari kita. Intinya, menghargai itu sangat penting. Kalau kalian ingin dihargai, berarti kita juga harus menghargai.

Kepada orang yang menjaga toko juga demikian. Jika kalian mencoba baju di fitting room, lalu bajunya tidak pas, sehabis mencoba, kembalikan kepada yang menjaga toko, dan jangan lupa ucapkan “maaf” dan “terima kasih”.

Namun, yang paling penting juga jangan lupa, menghargai orang tua. Segalak apapun orang tua kita, seover-protective apapun, mereka tetap orang tua kita, dan kita harus menghargainya.

Berbicara kepada orang tua juga harus sopan, jangan gunakan kata-kata yang tidak sopan. Banyak-banyak ucapkan “Terima kasih” kepada orang tua, bagaimanapun mereka telah menghidupi kita di dunia ini.

Kita juga nggak boleh meremahkan guru, senyebelin apapun guru kita, mereka yang sudah membagi ilmu kepada kita, tetap saja kita harus menghormatinya.

Kita harus menghormati siapapun, menghargai, menjaga sopan dan santun. Kalau kalian ingin dihargai, dihormati, kalian juga harus melakukua sebaliknya.

Respect, respect, respect. Jangan lupa!

Menghargai supir angkot, tukang becak, juga suatu perbuatan yang sangat mulia.

Sebenarnya, inspirasi tulisan ini, saya dapat sewaktu sedang memakai rubberband Giordano berwarna abu-abu yang bertuliskan “RESPECT”.

Saya sangat berharap, aspirasi ini dapat diterima oleh teman-teman semuanya.

Sebarkan kata-kata “maaf, tolong, terima kasih!” ya, agar semua orang dapat menghargai sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Terima kasih untuk yang sudah membaca!

RESPECT EACH OTHERS! 😀

Catatan: Artikel ini merupakan bagian dari arsip MUDAzine yang kami terbitkan kembali.

Kanal Opini merupakan wadah tulisan-tulisan Anak Muda di Indonesia yang ingin menuangkan sekaligus turut berbagi tentang fenomena atau isu di sekitarnya. Bergabunglah dengan kontributor IndonesiaYouth.org sekarang juga!