Sentimen “Anak zaman sekarang, ya, selalu pakai gadget,” bisa mengarahkan kita untuk berpikir bahwa generasi milenial lebih suka berbelanja online. Belanja online memang bisa lebih praktis – suatu kualitas yang diinginkan para milenial karena ekosistem teknologi yang membentuk mereka.

Namun, keadaannya tak seperti itu. Menurut riset CouponFollow, mayoritas milenial melakukan kebanyakan transaksi jual-beli mereka di toko offline atau toko fisik. Hanya sepertiga kaum ini melakukan mayoritas transaksinya melalui komputer, dan hanya 16 persen yang paling banyak bertransaksi lewat perangkat genggamnya.

Accenture juga berpendapat sama dengan CouponFollow: 82 persen milenial malah lebih menyukai toko fisik.

Dalam beberapa hal, kebiasaan belanja generasi ini kurang lebih masih sama dengan generasi pendahulunya. 80 persen alasan belanja mereka tergiur dengan harga murah. Nilai-nilai seperti produksi etis, otentisitas, dan asal produk yang lokal memang mereka perhatikan, namun harga diskon tetap jadi primadona bagi segala usia.

kredit: cnbc.com

Fakta lainnya, 41 persen generasi Baby Boomers, generasi X, dan milenial juga berbagi kebiasaan showrooming – melihat-lihat barang di toko tradisional dan membandingkan harganya dengan toko daring sebelum membeli. Secara umum, 89 persen ketiga demografi tersebut juga menginginkan adanya informasi real time untuk membuat berbagai keputusan jual-beli.

Selain menjadi generasi yang canggih – 90 persen milenial pasti membawa telepon genggamnya saat pergi – para milenial juga mempengaruhi generasi orangtuanya untuk mengikuti inovasi teknologi.

Maka, meskipun preferensi generasi milenial untuk belanja online ternyata tidak benar, generasi ini tetap menjadi demografi vital bagi bisnis daring ini karena pengaruhnya. “Pembelanja milenial adalah pemimpin pergerakan ini, pemacu revolusi e-commerce,” ujar David Nunn, pimpinan layanan pembayaran Braintree Eropa.

Hal itu bukan hanya karena banyaknya jumlah mereka dan mayoritasnya yang begitu tech savvy, namun juga karena meluasnya pengaruh mereka.

Yang juga penting bagi bisnis ini adalah perkiraan bahwa kemampuan membeli para milenial terus meningkat dan sebentar lagi akan membalap generasi-generasi sebelumnya.

Anak zaman sekarang memang banyak memakai gadget dan belanja online (meskipun bukan preferensi). Tapi, toh generasi yang lebih tua juga melakukannya.