Ini yang sedang menjadi pembahasan di jakarta sejak Mendikbud Muhadjir Effendy akan memberlakukan kebijakan sekolah hanya Senin-Jumat dan 8 jam per harinya. Kebijakan ini bernama Penguatan Pendidikan karakter (PPK).

Sejumlah survei sedang dilakukan untuk mengetahui bagaimana tanggapan masyarakat tentang rencana mendikbud tersebut.

Berikut beberapa pendapat masyarakat tentang Kebijakan bernama Penguatan Pendidikan karakter (PPK) tersebut.

Kontra

Orang tua berpendapat anak membutuhkan waktu untuk bermain, dan 8 jam itu terlalu lama bagi anak menghabiskan waktu disekolah, orang tua menilai jika mendikbud tidak mengerti jiwa anak mereka yang juga butuh main dan tidak belajar melulu, bagaimana seorang anak bisa belajar 8 jam disekolah sama seperti karyawan pada umumnya, yang juga bekerja 8 jam per harinya. Kita sebagai karyawan saja sudah sangat bosan berada dikantor selama 8 jam, bagaimana dengan anak-anak yang belajar?

Jika kita membandingkan jam belajar siswa/siswi dinegara Swiss yang jam belajar disekolahnya lebih sedikit dari kita, namun kita bisa lihat bagaimana tingkat pendidikan di negara Swiss lebih baik dari pada indonesia. Sebenarnya yang perlu kita perhatikan disini adalah Kualitas cara mengajar gurunya, dan bukan waktu belajar sekolah saja yang diperpanjang. Yang penting kualitasnya, buat apa siswa/siswi lama-lama di sekolah setiap hari kalau lingkungannya tidak mendukung, ukur kualitas pelajarannya ukur kualitas guru-gurunya.

Dengan menambah jam belajar anak maka beban anak sekolah akan bertambah, mereka tidak punya waktu untuk bermain, mengekspresikan dirinya, meluangkan waktunya untuk menggali potensinya. Semakin bertambah jam pelajaran disekolah, maka semakin down mental anak. Penguatan karakter dibentuk dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dan anak juga butuh waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Kalau mau pembentukan dan penguatan karakter tentu itu adalah tugas dan fungsi dari orang tua, sementara sekolah memberikan pendidikan yang mendasar dan penanaman kehidupan bernegara.

Dari segi tenaga pengajar, kita juga harus memperhatikan pada tenaga kerja sekolah/guru bagaimana waktu mereka dengan keluarganya? Dan hidup anak-anak bukan hanya disekolah.
Banyak orantua yang tidak setuju dengan Kebijakan Penguatan Pendidikan karakter (PPK) ini, karena biasanya ganti mentri akan ganti peraturan dan para orang tua tidak ingin anaknya dijadikan sebagai contoh kebijakan peraturan.

Pro

Bagi orang tua yang memiliki anak SMP atau SMU sebagian setuju dikarenakan dari pada anak mereka keluyuran tidak jelas sehabis sekolah mending mereka menghabiskan waktu disekolah senin-jumat selama 8 jam.

Masyarakat berpendapat bahwa mereka mendukung program ini dikarenakan orang tua menilai bahwa saat ini kehidupan sosial anak mereka semakin berkurang, karena perkembangan teknologi yang bergitu pesat saat ini, membuat banyak anak menghabiskan waktunya dengan bermain gadget atau bermain game sehingga dengan memiliki waktu lebih banyak di sekolah akan membuat anak-anak semakin terlatih untuk bersosialisasi dan bermain bersama teman-temannya sehingga memperkuat kepribadian dan mentalitas anak sebagai modal kedepan untuk maju ke tahap selanjutnya.

Sebagian orang tua berpendapat dengan penerapan ini akan membuat orang tua tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk biaya les atau kursus cukup dengan banyaknya waktu yang anak mereka habiskan di sekolah dengan peningkatan kurikulum belajar.

Namun kenyataannya hal ini telah diterapkan terlebih dahulu disekolah swasta yang benefit. Dan itu sukses dilakukan. Dan meningkatkan standart kurikulum yang telah ditetapkan mendikbud dibandingkan dengan sekolah lainnya yang masih baru akan menerapkan PPK ini.

Dan ada yang memberikan saran kepada Kemenkeu: agar anak lebih pintar 6 jam pendidikan formal dan 2 jam pendidikan karakter agar anak juga tidak bosan melulu dengan pelajaran formal dan akan membantu tumbah kembang anak semakin baik lagi.


Sebagai penutup dari bebagai opini yang saya paparkan diatas maka menyimpulkan Setuju “Mendikbud berhak untuk melanjutkan PPK ini, namun beberapa kurikulum yang mendukung juga harus diperhatikan, mulai dari meningkatkan cara mengajar para pendidik dan saran saya agar pembagian 6 jam pendidikan formal dan 2 jam pendidikan karakter bagi anak dan mohon agar diterapkan bagi SMP dan SMA terlebih diutamakan.”