Hari ini, Jumat (29/09/2017) dunia memperingati Hari Jantung Dunia. Hari, yang salah satu tujuannya, untuk memperingati kita akan kesehatan jantung.

Di seluruh dunia, diperkirakan ada satu serangan jantung tiap 20 detiknya dan setiap satu menit menyebabkan kematian. Tak heran kalau penyakit ini disebut sebagai pembunuh terganas di dunia.

Belum lagi, mengutip Badan Kesehatan Dunia atau WHO, sekitar 17 juta kematian di dunia diakibatkan serangan jantung. Jumlah ini menyumbang 31 persen kematian global, yang nahasnya, 80 persen di antaranya memiliki peluang disembuhkan atau dicegah. Meski 50 persen penderita serangan jantung meninggal sebelum sampai di rumah sakit.

Kemudian, tiga per empat penyakit jantung terjadi di negara dengan pendapatan menengah ke bawah. Faktor seperti pola hidup, kerja tubuh, yang mau tidak mau terkait keadaan ekonomi.

Fakta lainnya, penyakit jantung banyak menyerang wanita. Lebih dari 200.000 wanita terrenggut nyawanya akibat penyakit jantung.

Selain itu ada fakta yang menunjukkan bahwa wanita berusia kurang dari 50 tahun yang meninggal karena penyakit jantung jumlahnya lebih banyak dibandingkan laki-laki yang meninggal. Hal tersebut dikarenakan wanita cenderung lebih lama 2-4 jam dalam merasakan penyakit jantung.

Dari segi waktu, ternyata penyakit jantung paling rawan terjadi di pagi hari karena pembuluh darah menyempit di waktu pagi.

Dan perlu diwaspadai, penyakit jantung dari genetik juga memiliki peran: seorang anak dari penderita penyakit jantung punya potensi terserang penyakit jantung yang lebih tinggi dibanding yang terlahir dari orangtua tanpa riwayat penyakit jantung.

Sumber: WHO, World Heart Federation, The Heart and Coronary Artery Disease “Hall-Garcia Cardiology Associates”.