Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi adalah impian kebanyakan orang. Maka, tak heran, sehabis menuntaskan jenjang S1, banyak orang memburu beasiswa.

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) adalah salah satu penyedia beasiswa bagi masyarakat Indonesia yang ingin meneruskan pendidikannya. Untuk memperoleh beasiswa dari pemerintah, calon awardee (penerima beasiswa) harus menjalani serangkaian seleksi. Mulai dari seleksi administrasi hingga seleksi substansi.

Bedanya, dalam seleksi administrasi, calon awardee harus melengkapi berkas-berkas dan menulis esai seperti yang dibutuhkan. Sementara seleksi substansi mencakup leaderless group discussion, penulisan esai di tempat, juga wawancara.

Perlu diketahui, seleksi wawancara memiliki bobot yang paling besar sehingga calon awardee harus mempersiapkannya sematang mungkin.

Khuswatun Hasanah, penerima beasiswa LPDP yang akan melanjutkan S2 Ilmu Politik di Universitas Indonesia pun mengatakan kalau dirinya diwawancarain selama 40 menit.

“Lama atau sebentarnya wawancara tidak menentukan lolos atau tidaknya peserta seleksi,” katanya lewat surat elektronik ketika dihubungi IndonesianYouth.org.

Uswah menggambarkan, nantinya akan ada 3 pewawancara yang terdiri dari akademisi, psikolog, dan ada pula yang berasal dari lingkungan praktisi.

Ia pun membocorkan 12 pertanyaan yang biasanya diajukan penanya dalam seleksi wawancara LPDP:

  1. Mengapa mengambil jurusan itu, apakah ada hubungannya dengan studi sebelumnya atau dengan pekerjaan Anda?
  2. Ceritakan tentang studi Anda yang dulu dan di S2 ini Anda ingin ambil penelitian apa dan kenapa?
  3. Mengapa mengambil kampus dalam negeri atau luar negeri sedangkan kampus di luar atau dalam negeri ada yang lebih bagus?
  4. Apa yang Anda ketahui tentang kehidupan di negeri sana atau di kampus itu?
  5. Sudah melakukan apa saja untuk sekitar Anda?
  6. Apa pandangan Anda terhadap permasalahan negara ini dan kenapa Anda merasa mampu menjadi bagian dari solusi?
  7. Bagaimana kata orang-orang tentang diri Anda? Apa kekurangan Anda dan bagaimana Anda mengatasinya?
  8. Apakah penting untuk melanjutkan S2? Kenapa tidak bekerja saja apalagi sudah mulai tes melamar pekerjaan?
  9. Setelah selesai studi, Anda ingin bekerja di mana atau menjadi apa?
  10. Apakah orangtua mengizinkan untuk studi lanjutan?
  11. (Untuk yang melanjutkan pendidikan di luar negeri) Bagaimana kalau di sana saat studi, Anda dinikahi oleh WNA?
  12. Apa kira-kira yang harus Anda perbaiki jika tidak lolos seleksi kali ini?

Hal penting yang perlu diingat adalah apabila kita mengajukan beasiswa ke luar negeri, para interviewer akan mewawancarai kita dalam bahasa Inggris. Jika merasa kemampuan berbahasa asing kita belum maksimal, tonton saja 5 kanal YouTube ini yang bisa bikin kita jago berbahasa Inggris.

Tentu saja, kita ingin lolos seleksi wawancara dan mendapatkan beasiswa LPDP, kan? Khuswatun pun memberikan beberapa tips berguna.

“Jadilah diri sendiri. Jangan pernah membantah reviewer dan merasa paling benar. Boleh bersemangat, tapi jangan berambisi sehingga jawaban-jawabanmu menjadi terkesan jumawa dan over confidence,” ucap Uswah, sapaan akrabnya.

“Rendah hati, ramah dalam menjawab, perhatikan kontak mata dan senyum, juga berdoa,” imbuhnya.