Setiap tahun, ribuan Anak Muda Indonesia lulus dari perguruan tinggi. Sayangnya, mereka belum siap untuk terjun ke dunia kerja. Dibutuhkan kemampuan khusus untuk bisa bersaing dengan para lulusan berkualitas lainnya. Mulai dari wawasan akan bidang yang ditekuni hingga kemampuan dan karakter dari pribadi mereka.

Apalagi, kini perusahaan selalu mencari tenaga kerja berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Apabila tidak ada yang bisa memenuhi kualifikasi, maka perusahaan-perusahaan tersebut akan mencari tenaga kerja asing dengan kapabilitas lebih di bidangnya.

Belum lagi, Indeks Prestasi (IP) semasa perkuliahan nyatanya bukan penilaian utama perusahaan yang sedang mencari tenaga kerja. Rupanya, perusahaan juga melihat penilaian lain, seperti kegiatan semasa perkuliahan, baik di bidang akademik maupun sosial. Menjadi relawan, misalnya, yang bisa menjadi nilai plus para pencari kerja.

Melihat kebutuhan itu, salah satu program Sinergi Muda, IndonesianYouth Pitstop 2017, berinisiatif menggelar sebuah seminar bertajuk “Gara-gara Jadi Relawan” di Universitas Pertamina, Jalan Teuku Nyak Arief, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (06/05/2017) mendatang.

Ketua acara “Gara-gara Jadi Relawan” Adit mengatakan, diadakannya acara kerelawanan dilatarbelakangi mengedukasi anak muda agar mengenal lebih jauh tentang manfaat kegiatan sosial, terlebih menjadi relawan.

“Kita mencoba untuk mengedukasi anak muda supaya lebih paham tentang manfaat kegiatan sosial, terlebih untuk menjadi relawan di berbagai sektor yang memang sesuai dengan ketertarikan mereka masing-masing,” katanya.

“Selain itu,” Adit menambahkan, “menjadi relawan saat ini bisa disebut sebagai kebutuhan anak muda sebagai sarana pengembagan diri dan mendapatkan pengalaman yang cukup berguna untuk kedepannya, seperti mencari pekerjaan, beasiswa, dan juga dapat menambah relasi.”

Sementara itu, Organization Activation Manager Indorelawan Maritta Rastuti, yang akan menjadi pembicara, mengatakan, dengan menjadi relawan anak muda bisa berjejaring dengan komunitas baru yang mampu membangun karakter dan profesionalisme.

“Melalui aktivitas kerelawanan, semua orang bisa menggali potensi diri, menambah keterampilan baru, memperluas jaringan, serta membuat karya yang membantu kehidupan orang banyak,” ujar Maritta.

Senada dengan Maritta, Head of Kompas Karier Bimo Wikantiyoso menjelaskan, betapa pentingnya kegiatan kerelawanan sebagai penilaian dalam menerima para pencari kerja yang melamar ke suatu perusahaan.

“Volunteering dapat membuat manusia merasakan kerja sama, melatih empati, dan belajar mengenal diri sendiri ketika berhadapan dengan tugas yang harus diemban dan bebas dari ekspektasi pribadi,” katanya.

Selain itu, hadir juga sebagai narasumber, Ari Khusuma, wirausahawan muda yang aktif dalam beragam kegiatan sosial. Baginya, menjadi seorang relawan adalah bagian dari amanah untuk mengkontribusikan ilmu yang dimiliki sehingga bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Diharapkan, Anak Muda Indonesia bisa memanfaatkan kesempatan untuk berkontribusi langsung di dalam masyarakat sebagai relawan yang secara konsisten memberikan dampak nyata. Sebab, kemampuan dan karakter yang didapatkan Gara-gara Jadi Relawan bisa menjadi modal dan bekal untuk pemberdayaan potensi Anak Muda Indonesia.