Dunia digital yang diikuti arus informasi memang sangat pesat perkembangannya. Namun, bukan berarti tanpa efek samping, hoax salah satunya. Tetapi, keresahan akan hoax bisa diminimalisir dengan adanya aplikasi bernama Hoax Analyzer besutan Tim CIMOL, anak muda hebat developer asal ITB. Lewat aplikasi itu, mereka berhasil memenangkan Microsoft Imagine Cup 2017 Asia Tenggara.

Aplikasi Hoax Analyzer ciptaan Tim CIMOL merupakan sebuah aplikasi berbasis web yang bertujuan untuk memerangi proliferasi berita palsu atau hoax dan mampu mengidentifikasi pada sumber informasi tertentu.

Melalui aplikasi tersebut, Tim CIMOL berharap bahwa penemuan mereka akan membantu lebih banyak pengguna untuk memfilter dan memverifikasi informasi palsu sebelum menyebarkannya.

“Aplikasi Hoax Analyzer ini kami ciptakan untuk mengurangi jumlah informasi hoax yang beredar di masyarakat. Kami berharap temuan kami ini dapat bermanfaat bagi semua orang di Indonesia, bahkan di seluruh dunia,” ujar Adinda Budi Kusuma Putra dari tim CIMOL melalui keterangan persnya, Jumat (07/04/2017) lalu.

Developer Experience Lead Microsoft Asia Pacific Dave Miller mengatakan, Imagine Cup selama 15 tahun terakhir terlah menjadi platform untuk membantu para pelajar mewujudkan impian mereka menjadi kenyataan, sekaligus menjadi awal bagi banyak inovator pemula dan pengusaha pemula.

“Finalis regional tahun ini membawa gagasan hebat ke panggung, dan kami melihat banyak potensi dalam proyek-proyek ini dalam memecahkan beberapa tantangan terbesar sekarang ini. Imagine Cup hanyalah awal bagi banyak inovator dan pengusaha pemula ini, dan kami sangat antusias untuk menjadi bagian dari perjalanan mereka,” kata Dave lewat keterangan pers Microsoft, Rabu (26/04/2017).

Sementara itu, untuk posisi kedua ditempati Tim HeartSound dari Singapura yang menciptakan S3, sebuah perangkat cerdas yang dapat dipakai dengan menggabungkan fungsi stetoskop dan mesin elektrokardiografi.

Perangkat tersebut secara aktif dapat memantau detak jantung penggunanya dan memberikan notifikasi secara nirkabel kepada dokter jika ada kelainan sehingga pasien dapat menerima pemeriksaan atau perawatan lebih lanjut tanpa penundaan.

Sedangkan di posisi ketiga ada Tim Opticode dari Filipina yang menciptakan aplikasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan para tunanetra dengan Minerva, sebuah aplikasi virtual assistant mobile dengan kekuatan pada kamera smartphone untuk mengidentifikasi objek di dunia nyata.

Nantinya, ketiga tim Final Imagine Cup Regional Asia Tenggara, akan melakukan perjalanan inovasi ke tingkat berikutnya di Imagine Cup World Finals yang diadakan di Seattle pada bulan Juli ini.

50 Tim mahasiswa dari seluruh dunia akan bersaing untuk mendapatkan hadiah utama lebih dari Rp 1 miliar, kesempatan bimbingan dengan CEO Microsoft, Satya Nadella, serta hibah dan kredit dari Azure untuk realisasi pemasaran produk.

Sebelumnya, Tim CIMOL berhasil lolos ke babak final tingkat Asia Tenggara pada awal April ini usai berhasil menyingkirkan 521 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang telah melalui seleksi ketat untuk sampai pada babak final.

Nah, anak muda Indonesia, mereka sudah, giliran kamu kapan? 🙂