Sejatinya, Pancasila adalah pedoman hidup bangsa Indonesia yang dilahirkan melalui jerih payah para pejuang demi terciptanya negara yang memiliki cita-cita dan arah hidup. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya merupakan jati diri bangsa Indonesia dan menjadi tolak ukur kehidupan sekarang maupun di masa yang akan datang.

Di eranya, pancasila sangatlah eksis dalam membangun karakter para pemegangnya yakni bangsa Indonesia, khususnya para pemuda, karena pemuda memegang andil dalam berkembangnya Tanah Ibu Pertiwi ini.

Pada masa Orde Baru (Orba), para pemuda menorehkan keberadaannya. Mereka menjadi motor berbagai gerakan. Dengan keberaniannya, para pemuda masa itu dengan lantang menolak kebijakan yang mengekang, mereka berseru ketika ketidakadilan merenggut bangsanya. Walau nyawa menjadi korban dan darah bertumpahan, bukan menjadi alasan untuk terus melawan.

Seiring berjalannya waktu, globalisasi mengoyak kepribadian pemuda. Seakan lupa akan jati bangsa sendiri, sikap masa lalu tergerus dengan mudahnya. Ini merupakan dampak negatif globalisasi yang membawa bumerang terhadap pengikutnya.

Sikap lahiriah terbawa arus begitu saja, mengalir entah kemana ujungnya. Budaya barat menjadi kiblat para pemuda, seakan lupa bahwa dirinya adalah orang timur yang menjujung tinggi peradaban.

“Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda”. Kutipan tersebut merupakan ucapan Tan Malaka yang menggugah hati saya. Maksud idealisme di dalamnya, menurut saya, adalah cara berpikir konsisten yang harus dimiliki oleh para pemuda untuk menjunjung tinggi Bangsa Indonesia. Kekonsistenan ini seiring denga keyakinan akan hal yang dianggap benar.

Oleh sebab itu, sebagai pemuda, kita harus memiliki prinsip atau pedoman yang menuntun dan menjadikan kita berjiwa nasionalis bukan egoistis ataupun kapitalis. Tidak lain dan tidak bukan, pedoman tersebut adalah Pancasila. Gagasan-gagasan yang ada di dalamnya akan membawa kita menjadi pribadi yang didambakan bumi khatulistiwa.

“Bagaimana caranya?”

Lakukan lah dari hal kecil, pertama, ubah pola pikir kita yang tertutup akan segala hal menjadi terbuka, kenali lingkungan dan peduli sesama.

Kemudian, bertindak sesuai nilai-nilai Pancasila. Misalnya, saling menghargai antar umat beragama, mementingkan kepentingan bersama, bersatu dalam segala kegiatan yang positif dan masih banyak lagi.

Terakhir, suarakan aksimu untuk saling mengingatkan terhadap sesama akan pentingnya menanamkan pancasila didalam jati diri pemuda. Kelak, kehidupan damai dan harmonis yang kita impikan akan terwujud seutuhnya.

Kanal Opini merupakan wadah tulisan-tulisan Anak Muda di Indonesia yang ingin menuangkan sekaligus turut berbagi tentang fenomena atau isu di sekitarnya. Bergabunglah dengan kontributor IndonesiaYouth.org sekarang juga!