Pergelaran Europe on Screen 2017 resmi dibuka, di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta, Jumat (05//05/2017). Dalam pembukaannya, Ambasador Uni Eropa Vincent Guerend, menceritakan perkembangan film Eropa, khususnya di Indonesia.

Meneurut Vincent, penikmat film terus berkembang dan banyaknya film Eropa nonmainstream yang berkualitas, mendorong banyak pihak untuk ingin terus memaksimalkan Festival Film Eropa di Indonesia.

“Deretan film yang terpilih tahun ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat Festival Film Eropa dan diharapkan dapat meningkatkan informasi tentang film-film Eropa bagi yang sudah menanti sejak Europe on Screen 2016 tahun lalu dan juga penikmat baru tahun ini,” katanya.

Sebelumnya, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia Charles Michel Geurts mengatakan, industri film Eropa merupakan bagian dari industri budaya dan industri kreatif yang secara kolektif menyediakan tujuh juta pekerjaan serta menghasilkan 4,2 persen PDB Uni Eropa secara internasional, juga, diakui sebaga salah satu sentra produksi film terbesar di dunia.

“Film merupakan bagian penting dari budaya Eropa dan kami bangga mempersembahkannya kepada penonton di Indonesia memalui festival ini. Film merupakan pula asset penting dari perekonomian Eropa,” ujarnya.

Tahun ini sendiri, Europe on Screen akan terselenggara di enam kota, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Denpasar, dengan 74 film yang akan diputar, dengan berbagai segmen. Mulai dari film anak-anak hingga remaja, film animasi hingga biopic, semuanya dapat dinikmati selama festival film berlangsung.