Sekolah adalah lembaga sosial yang dipercaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Maka, keinginan – tanpa tekanan – para responden perlu ditanggapi gembira. Hasil ini mengindikasikan tingginya kesadaran responden bahwa kualitas diri perlu ditingkatkan. Selain itu, mungkin mereka juga merasa bahwa sekolah memang berhasil meningkatkan kualitas mereka sebagai manusia, yang menyebabkan mereka terus berniat sekolah.

Karena fungsi tersebut dan analisis di atas, salah satu cara meningkatkan minat belajar adalah dengan memperbaiki sistem pendidikan. Pendidikan yang linear – selalu terpaku dengan penilaian yang kaku dan, terkadang, diskriminatif – sebaiknya diperbaiki untuk mengakomodasi berbagai keperluan berbagai macam pelajar.

Jika sekolah mengakomodasi berbagai minat siswa dan membangun sistem penghargaan yang layak, tentu pelajar akan semakin berminat ke sekolah. Benar, ini bukan hanya tugas institusi pendidikan. Masyarakat secara umum memandang beberapa minat dengan remeh, bahkan buruk, meskipun minat-minat ini bukan minat yang merugikan. Namun, jika sekolah memulai memberi pengajaran dan apresiasi layak bagi berbagai macam siswa dengan berbagai macam minat, minat belajar masyarakat akan meningkat.

Pada akhirnya dan dasarnya, sekolah yang mendidik dengan baik dan pelajar yang terdidik dengan baik adalah jalan untuk memenuhi asas pendidikan Ki Hajar Dewantara.

Contohnya, di mana pelajar merasa terdidik dengan baik dan – sebagai konsekuensi – berminat sekolah, asas untuk hidup bebas, mandiri, tertib, dan damai terpenuhi. Sang pelajar menyadari bahwa kualitas dirinya perlu ditingkatkan dan menginginkan hal tersebut terlaksana. Ini menunjukkan bahwa ia dengan kehendak bebasnya, ia menginginkan kemandirian. Kemudian, hal ini juga mendorong kemampuannya untuk hidup tertib dan damai bersama masyarakat luas.