Dalam naskah Sumpah Pemuda poin ketiga disebutkan bahwa, “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.” Namun pada nyatanya, hingga saat ini, menggunakan bahasa Indonesia itu gampang-gampang-susah. Setuju?

Pernah mendengar percakapan beberapa orang yang bertemu di perantauan? Karena berasal dari satu daerah, kemudian bahasa Indonesia bisa hilang tiba-tiba dalam percakapan tersebut. Belum lagi ditambah dengan banyaknya istilah asing yang dianggap lebih keren dan populer.

Dekat dengan teknologi mengakibatkan banyaknya kata serapan dari bahasa asing dalam keseharian membuat kita sering mengesampingkan padanannya dalam bahasa Indonesia. Mana yang lebih sering kamu gunakan?:

Online atau daring?
Surel atau email?
Gadget atau gawai?
Unduh atau download?
Upload atau unggah?

Dan berbagai kata asing lainnya yang sebetulnya sudah ada padanannya. Hanya saja memang kurang populer di telinga kita.

Namun,ini bisa kita terapkan di komunitas, organisasi kampus, atau bahkan dalam bersurat secara resmi di kantor misalnya. Semakin sering digunakan, maka akan semakin populer pula istilahnya.

Lalu, gawai dalam genggaman kamu, setelan bahasa apa yang kamu gunakan?